Jumat, 25 Januari 2013

HEWAN TERGANAS DI DUNIA

TUGAS KELOMPOK IV :
NAMA : 1. HENDRA GUNAWAN
                2. RAHMAN HARDIANTO
                3. NUSIRMAN
                4. DWIPA RIYALDI
                5. SISI ALDA ATASYA


 1. Hiu Macan (Tiger Shark)
tiger-shark-glutton-2.jpg Hewan buas satu ini akan memakan apapun yang ada di depannya,mulai dari kaos kaki dan sepatu, piringan hingga pecahan perlengkapan perang pernah ditemukan di perutnya.Kadang kala juga dia menggigit sesuatu yang mustahil dia bisa kunyah.
Kerakusan hiu macan ini bahkan telah dimulai sebelum mereka terlahir ke dunia bawah laut, di dalam perut ibunya, mereka saling lahap satu sama lain.

2.The lions of Njombe

01-28-1-lions-web.jpg Kita mulai daftar ini singa pemakan manusia.
Sekelompok singa besar lebih memilih daging manusia daripada makanan yg lain.
Terjadi pada tahun 1932, di Tanzania dekat kota Njombe.
Sekelompok singa datang dan membunuh masyarakat setempat dengan brutal.
Sejarah mengatakan bahwa singa dikendalikan oleh seorang dukun dari sebuah suku setempat, bernama Matamula Mangera, yang mengirim singa-singa besar yg mengamuk sebagai senjata balas dendam terhadap warga Tanzania setelah Matamula Mangera digulingkan dari jabatannya.
Para kepala suku begitu takut akan singa pemakan manusia yang Mangera kirim.
Mereka memohon Matamula Mangera untuk menjadi pemimpin bangsa lagi,tapi ia menolak.
Singa-singa itu terus menyerang dan, akhirnya, merenggut 1.500 nyawa manusia (ada yang mengatakan lebih dari 2000); serangan singa terparah sepanjang sejarah,dan salah satu kasus terparah dari serangan hewan yang pernah tercatat.
Akhirnya, George Rushby, seorang pemburu terkenal, memutuskan untuk mengakhiri serangan. Dia membunuh 15 singa, dan sisanya meninggalkan daerah itu dengan sendirinya,akhirnya berakhirlah mimpi buruk.
Tapi, tentu saja, penduduk setempat yakin bahwa singa yang pergi begitu saja disebabkan oleh para kepala suku yang sepakat untuk mengembalikan pekerjaan lama Matamula Mangera.

3. Ikan Piranha

749px-pirhana06.jpg ikan memangsa tidak memandang ukuran besar atau kecil santap hehe,Air Tawar ikan itu menghuni Amerika Selatan sungai.
Di Venezuela, Mereka disebut Karibia.
Mereka dikenal untuk Gigi tajam theire dan Appetite rakus untuk daging.
Taksonomi dan evolusi Piranha Belong ke Serrasalminae subfamili, whichis termasuk terkait erat omnivora ikan pacus tersebut.
Secara tradisional, hanya empat generis Pristobrycon, Pygocentrus,Pygopristis dan Serrasalmus yang jauh menjadi Piranha benar, karena theire Khusus Gigi.
Howeve, analisis terbaru menunjukkan bahwa, jika kelompok piranha adalah menjadi monofiletik, maka Harus dibatasi Serrasalmus,Pygocentrus dan bagian dari Pristobrycon, atau diperluas untuk mencakup biaya thes ditambah Pygopristis, Catoprion, dan Pristobrycon striolatus.
Pygopristis WS ditemukan lebih erat kaitannya dengan Catoprion dari tiga LAIN piranha generis.
Jumlah spesies piranha tidak diketahui dan diperebutkan,dan spesies baru terus dijelaskan.
Perkiraan berkisar dari kurang dari 30 sampai lebih dari 60.

4. Babi Hutan

1-2.jpg Babi Hutan tidak sepenuhnya vegetarian; mereka makan binatang kecil seperti serangga,kadal dan katak(pada kesempatan tertentu),dan tidak akan menolak bangkai.
Namun, seperti segala jenis babi lainnya,mereka juga menkonsumsi tanaman.
Berat badan jantan mencapai 300 kg (meskipun langka, dapat digambarkan beratnya lebih dari 1 ton) dan memiliki gading besar yang tajam dan dapat membuka dengan mudah untuk merobek perut pemangsa.
Babi liar jantan dewasa dikenal dapat menangkis serigala tanpa bantuan apapun! Betina memiliki taring yang lebih kecil tetapi juga masih sangat berbahaya, terutama ketika mereka memiliki anak babi untuk dilindungi.

5. Anakonda

anacondaw253d4502526h253d.jpg Umumnya ketika kita mendengar nama Anaconda, maka lebih cenderung memikirkan “kesadisan” Anaconda raksasa yang memangsa apa saja makhluk hidup yang difilmkan dalam Anaconda : The Hunt for Blood Orchid (1997) atau sekuelnya Anaconda 3: The Offspring dan Anacondas: Trail of Blood yang diproduksi tahun 2008.


1.Gelada Baboo

Gelada Baboon adalah monyet benar-benar mengesankan, dengan surai yang besar dan wajah datar parah. Mereka unik dan tingal di pegunungan di Ethiopia di mana mereka makan sebagian besar di rumput.




2.American Bison
Beratnya mencapai satu ton,banteng Amerika adalah salah satu dari dua herbivora benar-benar raksasa yg tertinggal di Amerika Utara(Yang lainnya adalah moose itu) setelah kepunahan zaman es. Mereka diburu untuk hampir punah oleh manusia modern namun berkat perlindungan hukum mereka masih ada di taman nasional.




3.Gorilla
Setelah simpanse, gorila adalah kerabat terdekat kita, tapi ada perbedaan besar antara mereka dan kita. Sebuah gorila punggung perak (yaitu, seorang pria dewasa, dan biasanya pemimpin kelompok gorila, beratnya sampai 200 kilogram, kadang-kadang bahkan lebih, dan memiliki kekuatan minimal 10 orang dewasa. Mereka biasanya vegetarian damai, tetapi pria dewasa tidak akan ragu untuk menyerang setiap penyusup yang dapat menimbulkan ancaman bagi keluarganya. Bersenjata dengan sangat besar, lengan-klub seperti dan sangat panjang, gigi taring tajam, dan mampu menjalankan lebih dari dua kali lebih cepat sebagai manusia, seekor gorila marah bisa sama menakutkan seperti halnya predator besar.




4.Cassowary

Kasuari adalah salah satu burung terbesar di dunia, mereka tinggal di hutan hujan Australia dan New Guinea, dan mereka luar biasa dalam banyak hal. Sebagai contoh, lambang di atas kepala mereka adalah burung berongga di gunakan untuk menghasilkan panggilan yang sangat rendah frekuensi untuk berkomunikasi dengan kasuari lain dalam jarak jauh. kasuari itu membuatnya ke dalam daftar ini karena itu adalah burung paling mematikan di dunia, tetapi pada umumnya makan buah, tapi kalau diganggu, akan melompat ke udara, gaya kung-fu, dan menendang musuh dengan cakar kaki dalamnya, yang panjang, lurus dan berbentuk seperti keris. Hal ini dapat dengan mudah mengeluarkan isi perut seorang pria dengan itu, dan telah dikenal untuk menyerang bukan hanya manusia, tetapi anjing liar dan bahkan kuda dan sapi!




5.Rhinocheros

Ada lima spesies badak di Afrika dan Asia dan mereka semua besar, tangguh, cepat marah dan berpotensi mematikan. tanduk mereka terbuat dari rambut, tapi mereka masih sangat berbahaya senjata yang dapat menanduk musuh pun sampai mati. Badak India juga memiliki gigi tajam dan telah dikenal untuk menggigit juga. Dan tentu saja, mereka dapat dengan mudah menginjak-injak Anda di bawah berat badan mereka (sampai tiga ton).



6.Wild Boar

Celeng liar tidak sepenuhnya vegetarian; mereka telah dikenal untuk makan binatang kecil seperti serangga, kadal dan katak pada kesempatan, dan tidak akan menolak bangkai baik. Namun, seperti segala jenis babi lainnya, mereka dasar diet mereka pada tanaman. Jantan dapat berat sampai 300 kg (meskipun langka digambarkan di atas beratnya lebih dari 1 ton) dan memiliki gading besar yang tajam yang dapat membuka dengan mudah merobek perut pemangsa. babi liar jantan dewasa telah dikenal untuk menangkis bungkus serigala dengan bantuan tidak! Betina memiliki taring yang lebih kecil tapi masih sangat berbahaya, terutama ketika mereka memiliki anak babi untuk melindungi.




7.Cape Buffalo

Cape kerbau mungkin terlihat seperti sapi raksasa, tetapi mereka sebenarnya herbivora tanah paling ditakuti di Afrika. Sangat cepat marah, hewan herbivora berkembang di negeri diperintah oleh predator yang kuat seperti singa dan hyena melihat, dan dengan demikian, mereka tidak punya pilihan selain menjadi makhluk sangat sulit sendiri. Besar, tanduk tajam dan kuku senjata berat yang mematikan.




8.Elephant

Kita terbiasa melihat gajah sebagai damai, bahkan binatang ramah, tapi mereka sebenarnya yang paling berbahaya makhluk liar. Gajah telah membunuh zookeepers lebih daripada hewan lain, dan karena ukuran berat dan kekuasaan mereka, mereka sangat sulit untuk berhenti. Gajah dapat menyerang karena beberapa alasan; melindungi bayi mereka, ruang mereka, atau hanya, ketika mereka berada dalam suasana hati yang buruk.




9.Jungle Pig

Di selatan relatif terhadap Peccary berkerah (lebih dikenal di AS sebagai "javelina"), rentang Peccary berbibir putih di hutan hujan Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan. Memiliki gigi taring yang sangat tajam yang saling mempertajam setiap kali binatang itu menutup mulutnya (seperti sepasang gunting). Mereka berkeliaran di kawanan sangat besar, hingga 500 atau bahkan 1000 individu. Sama seperti kerbau Cape, jika salah satu anggota kelompok diserang atau ditembak, seluruh kawanan penyerang akan menagih. Satu-satunya hal yang harus dilakukan ketika diserang oleh sekelompok peccaries adalah untuk memanjat pohon secepat mungkin, dan di Amerika Selatan bagian tubuh cukup beberapa pemburu kehilangan atau bahkan digigit-cabik ketika mereka tidak bisa memanjat cukup cepat. Wild predator seperti jaguar dan Cougars cukup pintar untuk menghindari kawanan, menyerang hanya peccaries muda atau lemah yang terpisah dari yang lain.



10.Hippopotamus

Kuda nil adalah yang paling berbahaya dari semua herbivora di Afrika, membunuh lebih banyak orang setiap tahun dari singa, macan dan buaya.Sangat teritorial, kuda nil, khususnya jantan, dapat menimbang tiga ton atau lebih, dan telah dikenal untuk menyerang kedua di atas air (bahkan terbalik dan perahu kayak) dan di darat, di mana ia dapat berjalan sangat cepat meskipun tampilan lemak. Ia memiliki rahang terbesar dan terkuat dan gigi taring terpanjang mamalia apapun, dan bisa menggigit sebuah buaya dewasa di setengah. Bayangkan, kemudian, apa yang bisa lakukan untuk Anda!


10 binatang teraneh di dunia

1. CUMI-CUMI KUTUB SELATAN (Mesonychoteuthis hamiltoni)
Berbeda dengan cumi-cumi raksasa (Architeutis) yang lengan dan tentakelnya hanya dilengkapi penghisap dengan gigi2 kecil, lengan dan tentakel cumi-cumi kutub selatan ini juga dilengkapi dengan pengait tajam.
Cumi-cumi ini merupakan cumi-cumi terbesar melebihi ukuran dan daya tahan cumi-cumi raksasa. Selain itu cumi-cumi kutub selatan merupakan binatang dengan mata yang paling besar di dunia binatang.
2. TIKUS MONDOK BERHIDUNG BINTANG (Condylura cristata)

Tikus mondok ini mempunyai bulu-bulu anti air berwarna coklat kehitaman dan kaki berukuran besar serta ekor yang panjang dan tebal yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan lemak untuk musim semi.
Tentakel2 di hidungnya sangat sensitif dan dilapisi oleh organ2 sensor Eimer. Diameter hidungnya sekitar 1 cm dengan hampir 25,000 organ sensor pada 22 tentakelnya.
Tikus mondok ini tidak mempunyai kemampuan penglihatan jadi alat2 sensor inilah yang digunakan untuk mendeteksi mangsanya yang berukuran kecil seperti serangga air, cacing dan moluska.
Merupakan binatang tercepat dalam memangsa mangsanya, paling cepat hanya membutuhkan 120 milidetik untuk mengetahui keberadaaan mangsanya dan kemudian memakannya. Otaknya dapat memutuskan suatu mangsa dapat dimakan atau tidak dalam waktu 8 milidetik. Kecepatan ini adalah batas kecepatan dari sel-sel syaraf di otak dalam mentransmisikan informasi. Tikus ini juga memiliki kemampuan untuk mencium mangsa di bawah air. Hal ini dilakukan dengan mengeluarkan gelembung udara ke mangsanya atau mencium jejak mangsanya dan kemudian menghirup gelembung udara tadi kembali untuk mencium bau mangsanya.

3. AYE-AYE (Daubentonia madagascariensis)

Keunikan binatang malam ini adlah pada kemampuannya dalam mencari makanan, dia mengetuk pepohonan untuk mencari makanan, kemudian melubangi pohon dan memasukkan jari tengahnya yang panjang untuk menarik keluar makanan dari dalam batang pohon (seperti burung woodpecker).

4. PLATYPUS (Ornithorhynchus anatinus)

Meskipun binatang malam dan semi akuatik ini bertelur dan mempunyai hidung seperti bebek, Platypus termasuk mamalia karena menyusui anaknya.
Platypus mempunyai organ sensor listrik dan sensor gerakan untuk mendeteksi mangsanya di bagian paruhnya. Platypus jantan mempunyai kemampuan untuk bertahan dengan menggunakan racun.
5. KODOK PENGGALI LIANG MEKSIKO

Tidak seperti kodok2 lainnnya, kodok ini mempunyai kaki bertanduk, mirip dengan sekop, membantunya untuk menggali liang. Kodok ini menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam tanah. Mereka akan menempuh jarak 1,6 kilometer untuk mencari sumber air yang cocok untuk bertelur.
6. KEPITING YETI (Kiwa hirsuta)

Kiwa hirsuta adalah kepiting yang ditemukan pada tahun 2005 di Samudera Pasifik Selatan. Kepiting dengan panjang sekitar 15 cm ini, mempunyai ciri khas jumlah setae (bagian tubuh yang menyerupai bulu) yang menutupi bagian kaki/capitnya.
7. NARWHAL (Monodon monoceros), IKAN PAUS “UNICORN”

Yang paling kentara khas dari narwhal jantan adalah gading tunggalnya yang panjang (2-3 m). Gading ini merupakan gigi seri yang tumbuh dari bagian kiri rahang dan berbentuk spiral. Panjang gading ini dapat mencapai tiga meter (bandingkan dengan panjang tubuhnya yang hanya 4-6 m) dan berat gading bisa sampai 10 kg. Dari sekitar 500 narwhal jantan hanya ada satu yang mempunyai dua gading, yang terjadi bila gigi yang sebelah yang biasanya berukuran kecil, juga tumbuh keluar. Narwhal betina juga dapat menghasilkan gading, tapi ini jarang terjadi, dan ada satu kasus yang tercatat perempuan dengan dual tusks.
Teori yang paling banyak diterima menyebutkan fungsi gading ini adalah sebagai ciri seks sekunder, mirip dengan surai yang dimiliki singa atau bulu ekor merak. Jarang Narwhals ditemukan menggunakan gading mereka untuk berkelahi atau memecah es Kutub Utara yang menjadi habitat mereka.

8. KELELAWAR MADAGASKAR DENGAN KAKI PENGHISAP

Namanya berhubungan dengan adanya mangkuk2 penghisap di pergelangan tangan dan kaki. Mereka berdiam di daun pohon kelapa yang tergulung, menggunakan mangkuk penghisap untuk menempelkan diri ke permukaan daun yang halus
9. JERBOA BERTELINGA PANJANG

Binatang malam ini membangun 4 jenis liang perlindungan yang berbeda : 2 jenis untuk perlindungan sementara dan 2 jenis lainnya untik perlindungan tetap. Liang perlindungan sementara menyerupai silinder datar yang tidak tertutup dan tidak mempunyai kamuflase, digunakan untuk bersembunyi dari pemangsanya di waktu malam. Liang perlindungan tetap digunakan untuk bersembunyi di siang hari, tersembunyi dan tersamarkan dengan baik serta ditutupi sumbat unik yang terbuat dari pasir yang mampu menyerap panas keluar dari liang dan menyedot kelembaban dari udara luar ke dalam liang.
Liang musim dingin mempunyai kamar penyimpanan makanan di bagian bawah dan kamar untuk berhibernasi di kedalaman sampai 2,5 meter.
10. LIGERS (HASIL PERKAWINAN SILANG ANTARA SINGA JANTAN DAN HARIMAU BETINA)




















Daspletosaurus

Name Means: “Frightful Fleshy Lizard”
Time: Late Cretaceous (70-68 million years ago)
Location: Canada; Montana
A massive dinosaur, its teeth larger than that of its larger cousin T. rex, Daspletosaurus was nearly 30 feet long and weighed 6,000 pounds. Its teeth were curved like daggers, and serrated, and it may have fed on the armored ceratopids.
daspletosaurus daspletosaurus1 daspletosaurus2
Sumber : http://dsc.discovery.com/dinosaurs/dinosaur-games/dinosaur-viewer/dinosaur-viewer.html
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ikan Purba

Mahluk Aneh yang Terdampar Adalah Ikan Purba

Sebentuk mahluk aneh terdampar di pinggir Pantai Folly di Carolina Selatan akhir pekan lalu. Orang-orang pun bertanya, apakah mahluk ini spesies baru?
Jangan takut. Menurut Pawnation AOL, hewan raksasa ini mungkin tampak asing, tapi tidak berbahaya. Dokter hewan dari akuarium Carolina Selatan mengidentifikasi mahluk ini sebagai ‘sturgeon’ atau semacam ikan purba. ‘Sturgeon’ Atlantik bisa mencapai panjang 4,5 meter dan berat 362,8 kg.
‘Sturgeon’ Atlantik ini malah lebih takut pada manusia. Mereka kini masuk daftar spesies yang nyaris punah karena kaviar atau telur ikannya menjadi buruan orang. Kini ada batasan akan jumlah ikan purba ini yang boleh ditangkap.
Posted in Hewan Purba | Tagged , , | Leave a comment

Binatang Prasejarah Paling Terkenal

1. Triceratops
Nama : Triceratops
Panjang : 9 m, tinggi 3 m
Massa : 12 ton
Zaman : Akhir Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan : Tumbuh-tumbuhan
Triceratops berarti muka bertanduk tiga dalam bahasa Yunani. Hewan ini memiliki cula sepanjang 1 m sebanyak 2 buah di atas matanya, dan satu lagi lebih pendek dibagian atas hidungnya. Hal yang paling membedakan hewan ini dari hewan yang lain adalah tulang tengkoraknya yang mampu berkembang sepanjang 2m, hampir sepertiga panjang tubuhnya. Fosil hewan ini ditemukan di Benua Amerika. Hewan ini diperkirakan tidak berkelompok dan individual. Tanduknya berfungsi sebagai kedudukannya terhadap triceratops lain seperti halnya rusa saat ini (courtship). Hewan ini menjadi objek penelitian yang cukup banyak digemari oleh para ilmuwan karena banyaknya fosil yang ditemukan.
Intermezo:
Selain fosil hewn ini banyak ditemukan, hewan ini terkenal karena ke-eksotisannya, bentuk fisik yang unik dan terkesan “friendly” bagi masyarakat membuatnya menjadi ikon hewan prasejarah yang digemari anak-anak.
(Gimana ga eksotis?yang bercula satu aja diburu besar-besaran, apalagi bercula tiga?)

2. Mammoth

Nama: Mammoth (Mammuthus primigenius)
Panjang: 5 meter (hingga bahu)
Massa: 12 ton
Zaman: Pliosen (4,8 jt tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan (biasanya yang berupa pohon)
Mammoth merupakan nenek moyang hewan yang kita kenal dengan nama gajah, dan memiliki gading sepanjang 3,3 m yang digunakan saat berkelahi ataupun menakuti musuh. Fosil mammoth sering ditemukan dalam kondisi yang masih baik karena kondisi suhu yang sangat rendah. Habitat mammoth adalah daerah-daerah balkan (Rusia, Siberia, dan sekitarnya). Mammoth sering juga disebut woolled elephant atau gajah berbulu tebal karena bulu yang melindungi tubuhnya (yg mampu membuatnya bertahan di suhu yang ekstrim).
Intermezo:
Ada banyak teori yang mengemukakan sebab-sebab kepunahan mammoth, salah satunya adanya penyakit menular (infectious disease).
(Penyakit apa? mungkin dilihat dari habitanya mammoth terkena flu gajah…)

3. Velociraptor

Nama: Velociraptor
Panjang: 2 m, (tinggi tubuh saat berdiri 1 m)
Massa: 50 kg
Zaman: Akhir Cretaeceous
Makan: Hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dari ukuran tubuhnya
Velociraptor berarti pencuri berkecepatan tinggi (speedy thief). Memiliki 30 gigi yang panjang dan tajam, paruh yang datar, dan leher membentuk seperti huruf “s”. Bergerak dengan kedua tungkai (kaki) nya yang kuat, dan berukuran kecil, hewan ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan cheetah. Akan tetapi, raptor seringkali berburu dalam kelompok yang terdiri dari 3-10 ekor raptor. Ciri khas lain dari raptor (selain kedua tungkainya yang kuat) adalah kapasitas otaknya yang diperkirakan memiliki kemampuan yang sama dengan simpanse (mampu berkomunikasi dengan sesama raptor melalui suara-suara yang spesifik). Kecepatan larinya mencapai 40 mil per jam. Fosil Velociraptor ditemukan di Rusia, Mongolia, dan China.
Intermezo:
Raptor menjadi salah satu ikon NBA karena klub basket Toronto Raptor yang menggunakan maskot yang sama dengan namanya, Raptor.
(Asal di lapangan ga pake nyakar apalagi ngigit sih gapapa…)

4. Pterodactyl

Nama: Pterodactyl (Pterosaurus)
Panjang: tubuh saat berdiri 3m, bentangan sayap mencapai 10m
Massa: -
Zaman: Trias (65,5 juta tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan dan hewan-hewan kecil seperti ular dan ikan
Pterodactyl berasal dari bahasa Yunani yang berarti kadal yang bersayap (winged lizard). Hewan ini terkenal dengan paruhnya yang panjang dan bentangan sayapnya yang lebar (mencapai lebih dari 10 m). Peneliti dari Ohio University menemukan ada satu bagian otak yang membedakan hewan ini dengan hewan vertebrata lainnya. Flocculi. Proporsi flocculi didalam otak pterosaurus mencapai 7,5%, dan rata-rata vertebrata hanya memiliki 1-2% flocculi didalam otaknya. Flocculi ini menyebabkan penglihatan pterosaurus menjadi jauh lebih baik. Namun proporsi yang besar ini lebih disebabkan oleh bentangan sayapnya yang lebar, karena selain berhubungan dengan otot mata, flocculi juga berhubungan erat dengan kerja syaraf sensorik.
Intermezo:
Tahun 1856, The Illustrated London News memberitakan adanya pekerja rel kereta api yang berada di dalam sebuah terowongan melihat burung dengan syap yg lebar, paruh yang panjang, dan bergigi menyerupai gergaji, lalu hewan tersebut menghilang dan berubah menjadi abu.
(Hmmm….sepertinya sejak dulu memang sudah ada yg mengilhami film2 dan sinetron dubbingan di salah satu stasiun TV swasta di negeri kita… )

5. Smilodon

Nama: Smilodon (Long-teeth cats)
Panjang: -
Massa: 55-300 kg
Zaman: Megantereon (2,5 juta-500.000 tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan (bison, rusa,dll.)
Smilodon atau yang dikenal dengan sebutan sabre-tooth cat berasal dari bahasa Yunani yang artinya gigi pahat, ditemukan di Benua Amerika. Ciri khas dari hewan ini adalah gigi taring atas yang panjang (17 cm). Smilodon berburu dalam kelompok seperti halnya singa saat ini. Akan tetapi, kelompok tersebut tidak didominasi oleh pejantan, karena ukuran tubuhnya yang sama dengan betina. Gigi taring yang panjang tersebut tidak digunakan untuk memikat pasangan, jadi kehidupan sosial hewan ini belum banyak diketahui. Smilodon memiliki tubuh yang lebih menyerupai beruang karena bulunya menyerupai beruang, dan bagian perut yang lebar dan pendek.
Intermezo:
Meskipun gigi taringya membunuh lebih cepat dan efisien, Kepunahan Smilodon diperkirakan karena kemampuan berburunya yang terlalu spesifik ini, yang menyebabkan ketergantungan terhadap hewan yang lebih besar sangat tinggi. Perubahan vegetasi menyebabkan perubahan fisiologis mangsa2nya, sehingga berdampak secara langsung terhadap populasi Smilodon.
(Coba kalo dulu ada tukang pahat gigi…ga jadi punah dong…)

6. Temnodontosaurus

Nama: Temnodontosaurus
Panjang: 9 m
Massa: 15 ton
Zaman: Awal Jura (196 juta tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan ikan-ikan kecil
Temnodontosaurus merupakan pemangsa bawah laut yang memiliki stamina berenang yang menakjubkan, yang membuatnya mampu berenang hingga ke dasar laut untuk mencari mangsa. Fosilnya ditemukan di Perairan Inggris dan Jerman. Ciri khas dari hewan ini adalah matanya yang besar, 20 cm. Hewan ini mirip dengan lumba-lumba saat ini, karena paruhnya yang panjang dan sirip yang datar.

7. Tyrannosaurus

Nama: Tyrannosaurus rex
Panjang: 12 m, tinggi 6 m
Massa: 7,5 ton
Zaman: Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan
Tyrannosaurus rex dalam bahsa yunani berarti raja kadal yang kejam. Sama seperti raptor, T-rex bertungkai dua, leher menyerupai huruf “s”, dan memiliki ekor sebagai penyeimbang gerakannya. T-rex memiliki tulang tengkorak yang besar (1,5 m) yang dikelilingi jaringan-jaringan otot yang kuat sehingga membuatnya mampu dengan mudah mengunyah mangsanya. Hewan ini ditemukan di Benua Amerika dan Benua Asia (Tarbosaurus). Lengan hewan ini terbilang cukup kecil, hanya sepanjang 1 m dan belum ditemukan fungsi sebenarnya dari lengan ini. Penelitian terbaru (April 2008) mengatakan bahwa T-rex memiliki kekerabatan dengan bangsa unggas, aligator, dan burung unta. Walaupun tubuhnya cukup besar, T-rex memiliki otot-otot yang banyak yang memungkinkannya berlari dengan kecepatan 40-70 km/h. Kemampuan lain dari hewan ini adalah mampu mencium bebauan dari jarak yang jauh yang mampu dibandingkan dengan burung pemakan bangkai saat ini. Hingga saat ini masih menjadi perdebatan apakah T-rex sebenarnya pemakan bangkai atau hewan yang berburu.
Intermezo:
Film King Kong menampilkan T-rex sebagai salah satu musuh besar si King Kong. Film tersebut menunjukkan bahwa ukuran King Kong tidak jauh berbeda dengan T-rex. Sedangkan di adegan lain menunjukkan si King Kong tingginya luar biasa, khususnya setelah memasuki kota.
(wah….Hollywood mesti belajar ilmu ukur nih…)
Yang terakhir dan ada di negeri kita sendiri…

8. Coelacanth

Nama: Coelacanth (Latimeria chalumnae)
Panjang: 2 m
Massa: 80 kg
Zaman: Devonian pertengahan (410 jt tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan Ikan-ikan kecil
Coelacanth yg berasal dari bahasa Yunani yg berarti hollow spine (duri/tulang punggung yang berlekuk) diperkirakan sudah punah semenjak zaman cretaceous. Namun penemuan mengejutkan terus berdatangan seiring ditemukannya hewan ini di perairan Tanzania, Madagascar, Kenya, dan Indonesia, tepatnya Taman Laut Nasional Bunaken (mantab bro!). Walaupun hewan ini mati setelah ditangkap nelayan, diyakini hewan ini masih ada dan hidup di perairan dalam (>700 m). Coelacanth termasuk salah satu fosil hidup karena nyaris tidak mengalami perubahan secara signifikan pada fisik hewan ini dari masa ke masa.
Posted in Hewan Purba | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Dinosaurus “Iblis” Periode Triassic

Arkeolog Berhasil Menemukan Dinosaurus “Iblis” Periode Triassic
Dinosaurus baru yang diberi nama “Evil Spirit Buck-Toothed Reptile” alias reptil roh setan bergigi jelek atau dalam nama ilmiah Daemonosaurus chauliodus ditemukan di New Mexico. Si iblis ini merupakan dinosaurus penghubung antara dinosaurus tertua dan dinosaurus Jurassic spesies theropod.
 Dinosaurus yang hidup 205 juta tahun yang lalu ini setinggi anjing besar dengan tulang yang tidak biasa. Demikian jelas Hans-Dieter Sues, ahli purbakala vertebrata di National Museum of Natural History di Washington DC. “Moncongnya pendek dan gigi depannya besar-besar,” katanya. Ia juga menambahkan, “Jenis struktur tulang yang tidak dikira pada waktu itu untuk dinosaurus predator.”

Dinosaurus tertua yang diketahui hidup 230 juta tahun yang lalu, dalam Periode Triassic. Setelah itu, ada jeda besar dari hasil temuan fosil. Banyak ahli memperkirakan bahwa dinosaurus-dinosaurus awal punah. “Setelah itu predator yang lebih rumit mengambil alih kemudian terjadi diversifikasi pada peralihan periode Triassic ke Jurassic,” kata Sues.
Daemonosaurus c ini merupakan jembatan yang menghubungkan kedua grup dinosaurus. Dari fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki beberapa ciri yang menghubungkan jeda evolusi antara dinosaurus awal ke dinosaurus yang lebih modern. Berdasarkan analisis terhadap fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki ciri Triassic dengan beberapa ciri dari Jurassic.
Ciri Triassic yang dimilikinya, misalnya, jeda kecil antara lubang hidung dan rongga mata. Tulang yang berkaitan dengan kantong udara yang seperti sistem paru-paru burung juga masih punya ciri primitif. Ciri dinosaurus yang lebih modern yang dimiliki Daemonosaurus c ada pada gigi.
“Ini adalah bukti bahwa dinosaurus punya distribusi yang lebih luas,” jelas Sue.
Sumber :
 National Geographic Indonesia/Alex Pangestu – sains.kompas.com
Posted in Dinosaurus | Tagged , , | 3 Comments

Archaeoraptor

Archaeoraptor

 

Archaeoraptor liaoningensis pertama kali dipublikasikan dlm majalah National Geographic 1999. Melalui sebuah artikel yg ditulis Christopher Sloan, fosil ini dinyatakan sbg mata rantai yg hilang antara burung & dinosaurus theropod, & benar-benar bisa terbang. Sebelum National Geographic mempublikasikan, telah banyak yg meragukan keotentikan fosil ini. Tak pelak menjadi skandal ketika sebuah studi sains membuktikan fosil dr Cina ini a/ palsu, krn dibentuk dr bagian-bagian fosil dgn spesies yg berbeda. Zonghe Zhou, seorg paleontolog Cina, menemukan kepala & badan bagian atas milik spesimen fosil burung primitif Yanornis, bagian ekor milik Microraptor, sedangkan tungkai & telapak kaki milik hewan yg belum diketahui.
Posted in Hewan Purba | Tagged | 1 Comment

Predator Terbesar di Bumi

Predator Terbesar di Bumi
Monster ini berada di mata rantai makanan tertinggi di periode Cambrian.
Anomalocaridid (Livescience.com)
Monster ini adalah predator paling besar di dunia di zamannya. Ia hidup jutaan lalu, tumbuh membesar dan terus bertahan dalam kurun waktu yang begitu panjang.
Hewan laut yang lebih dikenal sebagai anomalocaridid itu sebenarnya tak begitu besar. Ukurannya antara 0,6 – 1,8 meter. Namun di masanya ia merupakan predator dengan ukuran tubuh yang paling besar.
Spesies yang bentuknya mirip udang itu punya bagian tubuh yang lunak, perut yang bergerigi, serta anggota tubuh mirip sungut, yang berduri. Fungsinya adalah untuk menyeret cacing atau mangsa lainnya untuk dilahap.
“Hewan ini berada di atas mata rantai makanan. Ia adalah predator yang tak tertandingi di masanya,” ujar Peter Van Roy, seorang paleobiologist dari Ghent University Belgia, seperti dikutip dari situs LiveScience.
Hasil riset terakhir menunjukkan bahwa binatang ini sempat merajai daerah perairan pada periode Cambrian pertengahan, antara 542 juta sampai 501 juta tahun yang lalu. Periode ini adalah masa di mana seluruh grup besar di kerajaan binatang muncul, dan ekosistem kompleks tengah terbentuk.
Bahkan , menurut peneliti Derek Briggs yang juga Direktur Yale Peabody Museum of Natural History, anomalocaridid adalah salah satu kelompok yang paling ikonik di antara grup-grup binatang di zaman Cambrian.
Fosil terbesar dari binatang ini ditemukan di gurun berbatu di sebelah tenggara Maroko, oleh kolektor bernama Mohammed Ben Moula. Dari fosil, diketahui bahwa predator ini hidup 30 juta tahun lebih lama daripada yang sebelumnya diperkirakan.
Dari fosil juga ditemukan struktur mirip 100 pedang fleksibel di setiap segmen di sepanjang punggung mereka. Para peneliti meyakini organ itu mungkin berfungsi sebagai insang. Ia hidup di dasar laut yang berlumpur, dengan kedalaman setidaknya 100 meter di bawah permukaan laut.
Menurut Van Roy, anomalocaridid bertahan sekian lama menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan baik dan merupakan predator yang sukses. Belum diketahui pasti apa penyebab anomalocaridid bisa punah.
Namun, ilmuwan curiga kepunahan binatang itu terkait dengan kemunculan dua predator lain di awal masa Ordovician (periode setelah Cambrian – sekitar 488 juta hingga 472 juta tahun silam), yakni eurypterid (kalajengking laut) dan nautiloid (seperti cumi-cumi dengan rumah kerang kerucut). Sebab, dua predator itu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar.
“Sepertinya anomalocaridid tak bisa bersaing oleh predator-predator yang lebih canggih dan bisa beradaptasi lebih baik. Sementara anomalocaridid pada dasarnya memiliki tubuh yang lunak, eurypterid memiliki exoskeleton yang lebih keras. Adapun nautiloid punya kerang yang kokoh dan paruh yang bertenaga,” kata Van Roy. (adi)
• VIVAnews
Posted in Hewan Purba | Tagged | Leave a comment

Fosil Sapi Laut Purba

Fosil Sapi Laut Purba Ditemukan di Filipina
Fosil serupa pernah ditemukan di India, Madagascar, Pakistan, Sri Lanka, dan Indonesia.
Dugong, salah satu spesies sapi laut yang masih hidup. (moew.gov.ae)
 
 Sekelompok tim peneliti asal Italia menemukan tulang belulang  seekor sapi laut, spesies yang hidup sekitar 20 juta tahun lalu. Tulang-tulang tersebut ditemukan di sebuah gua di Filipina.
Beberapa tulang rusuk dan bagian tulang punggung  mamalia air itu ditemukan Februari dan Maret lalu di bebatuan kapur di atas perairan sebuah sungai bawah tanah di pulau Palawan.
“Fosil itu ada di dalam batu, di dalam gua. Kami tidak bisa menyingkirkan batu dan tidak ingin mengangkatnya,” kata Leonardo Piccini, geolog asal University of Florence, seperti dikutip dari Independent, 14 Juni 2011.
Piccini menyebutkan, ia dan timnya lebih memilih menunggu sampai adanya teknologi yang memungkinkan mempelajari fosil tanpa mengangkatnya dari batu.
Saat mengungkapkan temuannya dalam sembuah simposium, di mana pertama kalinya temuan itu dipublikasikan, Piccini menyebutkan, temuan langka itu berasal dari sekitar era Miocene yang berlangsung sekitar 20 juta tahun lalu.
“Kerangka ini merupakan kerangka hewan pertama dari spesies ini yang ditemukan di kawasan tersebut,” kata Piccini. “Untuk itu, sangatlah penting bagi kita merekonstruksi habitat dan penyebaran hewan ini di era Miocene,” ucapnya.
Menurut Federico Panti dan Paolo Forti yang juga anggota tim peneliti, dari perbandingan awal yang dilakukan terhadap spesimen fosil, terindikasi fosil imi merupakan salah satu dari dua spesies sirenia. Sebagai informasi, sirenia, dikenal juga dengan sapi laut, yakni hewan pemakan tumbuhan yang telah punah.
Diperkirakan, ketika hidup, hewan ini memiliki ukuran panjang sekitar 180 centimeter. Saat ini, ada dua spesies sapi laut yang masih hidup yakni dugong yang tinggal di kawasan Indo-Pacific, serta duyung, yang tinggal di kawasan Atlantik. Peneliti menyebutkan, fosil hewan seperti itu pernah ditemukan di India, Madagascar, Pakistan, Sri Lanka, dan di pulau Jawa, Indonesia.
“Spesies yang ditemukan di kepulauan Palawan merupakan yang pertama di Filipina dan ditemukan di kawasan paling timur,” kata  Piccini.
Untuk itu, para peneliti mendorong pemerintah agar melindungi kawasan Puerto Princesa, sungai bawah tanah yang sangat gencar dipromosikan sebagai tempat tujuan wisata. (umi)
• VIVAnews
Posted in Hewan Purba | Tagged , | Leave a comment

Dinosaurus Australia Serupa dengan di Inggris

Dinosaurus Australia Serupa dengan di Inggris
Temuan menandakan dinosaurus di kawasan utara dan selatan memiliki banyak kesamaan.
Temuan terbaru ini menandakan bahwa dinosaurus di kawasan utara dan selatan Bumi memiliki lebih banyak kesamaan dibanding sebelumnya dan mengindikasikan bahwa selama ini para peneliti salah. (bbc.co.uk)
 
Sebuah fosil tulang dinosaurus berukuran 5 centimeter yang ditemukan di Australia ternyata merupakan temuan yang sangat penting. Khususnya bagi ilmu pengetahuan yang menjelaskan bagaimana penyebaran dinosaurus di seluruh permukaan Bumi. Fosil berusia 125 juta tahun itu merupakan tulang milik seekor spinosaurid, hewan vertebrata berleher panjang, serupa buaya yang memangsa ikan. Uniknya, spesimen tulang yang pertamakali ditemukan di kawasan Australia ini nyaris identik dengan tulang yang ditemukan di Inggris.
Sebelum ini, pemahaman yang berlaku di kalangan ilmuwan adalah, hewan purba di belahan utara dan selatan Bumi merupakan kelompok hewan yang berbeda dan terpisahkan secara geografis.
Namun, temuan terbaru menandakan bahwa dinosaurus di kawasan utara dan selatan Bumi memiliki lebih banyak kesamaan dibanding sebelumnya dan mengindikasikan bahwa pandangan sebelumnya mungkin tidak tepat.
“Setelah melihat spesimen dan terpaksa mengkaji ulang penyebaran spinosaurid, kami melihat kembali pada kolompok dinosaurus lain dari Australia, termasuk Tyrannosaur yang kami umumkan tahun lalu,” kata Paul Barrett, peneliti dari Natural History Museum, London, seperti dikutip dari BBC, 30 Juni 2011.
Dengan bukti-bukti baru ini, Barrett menyebutkan, kami mulai menyadari bahwa ada banyak kelompok dinosaurus yang sebelumnya kami kira hanya ada di kawasan utara atau selatan Bumi ternyata merupakan dinosaurus yang beredar luas.
Adapun fosil vertebrata yang masih kanak-kanak tersebut ditemukan di kawasan Victoria, Australia. Adapun tulang serupa sebelumnya ditemukan di kawasan selatan Inggris, yang di era Cretaceous kawasan tersebut jauh lebih hangat dan memiliki banyak laguna. (adi)
• VIVAnews
Posted in Dinosaurus | Tagged , , | 2 Comments

Dinosaurus Terkecil di Dunia

Dinosaurus Terkecil di Dunia
Dinosaurus ini menyerupai burung. Hidup antara 145 juta hingga 100 juta tahun lalu.
Dinosaurus berbulu yang hidup di kawasan dingin di kawasan timur laut China. (uua.cn)
 
 Sebuah fosil binatang yang menyerupai burung ditemukan di wilayah bagian selatan Inggris. Fosil itu diduga tulang dinosaurus yang menyerupai burung.
Seperti dikutip dari livescience.com, temuan ini dilaporkan oleh Paleozoologis dari Universitas Portsmouth, Darren Naish pada Agustus tahun lalu dan dimuat dalam jurnal Cretaceous Research.
Dinosaurus ini diberi nama Ashdown, sesuai dengan tempat penemuan fosil. Dinosaurus ini diduga hidup lebih dari 100 juta tahun yang lalu dan memiliki tinggi tak lebih dari 40 cm. Ashdown, kemungkinan merupakan jenis dinosaurus terkecil yang pernah hidup di muka bumi.
Fosil yang ditemukan itu berupa tulang leher kecil dengan panjang sekitar 7,1 milimeter. Tulang itu diduga milik dinosaurus Ashdown dewasa yang hidup di masa Cretaceous, sekitar 145 juta hungga 100 juta tahun yang lalu. Tulang milik maniraptoran, kelompok dinosaurus theropod ini, diyakini sebagai cikal bakal burung saat ini.
Mencari ukuran besar dinosaurus yang sebenarnya dengan hanya meneliti satu tulang memang sangat sulit. Namun, menurut Naish, para peneliti menggunakan dua metode untuk mencari tahu seberapa besar Ashdown.  Metode pertama dengan membuat model leher dinosaurus secara digital. Kemudian mencocokkan leher digital itu dengan bayangan maniraptoran pada umumnya. Namun, cara ini cenderung lebih banyak menggunakan unsur seni dari pada ilmiahnya.
Sedangkan metode kedua, lewat pendekatan yang lebih matematis dengan menggunakan rasio leher ke tubuh dinosaurus lainnya untuk menghitung panjang maniraptoran baru ini. Berdasarkan laporan yang dibuat Naish, kedua metode mendapatkan hasil, maniptoran baru kira-kira memiliki panjang antara 30 hingga 50 centimeter.
Jika dinosaurus Ashdown yang ditemukan ini memecahkan catatan rekor terkecil, dia akan mengalahkan dinosaurus terkecil yang pernah hidup di daerah Amerika Utara, Anchiornis. Dinosaurus ini juga menyerupai burung dan hidup di wilayah yang sekarang menjadi daerah Cina pada 160 juta hingga 155 juta tahun yang lalu. Jika berdiri, tingginya mencapai 50 cm dengan berat badan sekitar 2 kg.(umi)
• VIVAnews
Posted in Dinosaurus | Tagged | Leave a comment

Dinosaurus Selamat dari Pemusnahan Massal

Dinosaurus Selamat dari Pemusnahan Massal
Dari temuan terbaru, dipastikan dinosaurus hidup 700 ribu tahun setelah pemusnahan massal.
Meteor penyebab mass extinction, fenomena musnahnya dinosaurus. (beyondgenes.com)
 
 Peneliti dari University of Alberta memastikan bahwa fosil tulang dinosaurus yang ditemukan di New Mexico, Amerika Serikat, membantah paradigma yang sudah terbangun sejak lama bahwa era dinosaurus berakhir antara 65,5 sampai 66 juta tahun lalu. Menggunakan teknik baru yakni penghitungan usia fosil berbasis uranium, tim peneliti yang diketuai Larry Heaman dari Department of Earth and Atmospheric Sciences, memastikan bahwa tulang paha dari seekor hadrosaurus berusia hanya 64,8 juta tahun.
Artinya, dinosaurus pemakan tanaman ini hidup sekitar 700 ribu tahun setelah fenomena pemusnahan massal yang diyakini oleh banyak paleontologis sebagai kejadian yang memusnahkan dinosaurus darat dari seluruh permukaan Bumi selama-lamanya.
“Sebelum ini diyakini bahwa pemusnahan massal dinosaurus terjadi antara 65,5 sampai 66 juta tahun lalu,” kata Heaman, seperti dikutip dari Science Daily, Jumat 17 Juni 2011. “Diyakini, sebuah meteor raksasa yang menghantam Bumi melontarkan material yang memblokir sinar Matahari. Hal itu menyebabkan perubahan iklim secara ekstrim dan membunuh tanaman di seluruh dunia,” ucapnya.
Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Geology, Heaman dan timnya menyebutkan, ada beberapa alasan yang memungkinkan hadrosaurus asal New Mexico itu berhasil bertahan dari fenomena pemusnahan massal yang terjadi di akhir era Cretaceous itu.
“Ada kemungkinan bahwa di kawasan tertentu, tanaman tidak musnah dan sejumlah hadrosaurus berhasil bertahan dengan mengonsumsi tanaman tersebut,” ucap Heaman.
Untuk itu, Heaman menyebutkan, saat ini terbuka pula peluang bahwa sebuah telur dinosaurus berhasil selamat dari kondisi iklim ekstrim. Namun demikian, itu masih harus terus dieksplorasi lebih lanjut.
Dengan temuan terbaru ini, Heaman dan timnya yakin bahwa jika teknik pengukuran baru itu digunakan untuk mengukur usia sampel fosil lain, paradigma pemusnahan massal yang mengakhiri hidup seluruh dinosaurus boleh jadi perlu direvisi. (art)
• VIVAnews
Posted in Dinosaurus | Tagged , | Leave a comment

Perdebatan Punahnya Dinosaurus

Perdebatan Punahnya Dinosaurus

Dipastikan, dinosaurus masih hidup saat meteor selebar 15 kilometer menghantam Bumi.

Dipastikan, selain dinosaurus avian (terbang), dinosaurus darat juga masih hidup saat meteor selebar 15 kilometer menghantam Bumi. (beyondgenes.com)
BERITA TERKAIT
  • VIDEO: Larva Belut Misterius di Bali
  • Ilmuwan: Monster Laut Benar-benar Ada
  • Laba-Laba Berbahaya Ancam Jerman
  • 5 dari 8 Spesies Tuna Terancam Punah
VIVAnews – Palaeontologis di seluruh dunia akhirnya bisa mengakhiri perdebatan sengit selama 30 tahun terakhir seputar teori yang menyebabkan punahnya dinosaurus dari muka Bumi.
Sejauh ini, ada dua teori bagaimana punahnya dinosaurus. Teori pertama, dinosaurus sudah punah secara bertahap jauh sebelum hantaman batu raksasa pada planet ini sekitar 65 juta tahun lalu. Penyebabnya adalah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut.
Teori kedua menyebutkan, meteor yang jatuh di Semenanjung Yucatan, di kawasan tenggara Meksiko itulah yang memicu kepunahan massal. Meteor ini menyebabkan kebakaran raksasa, melontarkan serpihan debu ke langit dan memblokir sinar matahari selama ratusan juta tahun.
Akibat hantaman meteor berukuran lebar sekitar 15 kilometer itu, muncul lubang selebar sekitar 200 kilometer. Pasir, debu dan material lain yang terlontar ke angkasa kemudian jatuh tersebar di permukaan bumi dan menghasilkan lapisan yang disebut dengan K-T boundary (lapisan yang menandai batas era Cretaceous dan  the Tertiary).
Sepotong tanduk dinosaurus bisa menjawab perdebatan seputar apakah dinosaurus darat masih ada saat asteroid itu menabrak Bumi, 65 juta tahun lalu. Tanduk berukuran 45 sentimeter, kemungkinan milik seekor triceratops itu ditemukan di kawasan Hell Creek, Montana, Amerika Serikat.
Penemunya adalah Tyler Lyson, ketua tim peneliti dari Yale University. Ia menyebutkan, spesimen yang ditemukan itu berada hanya 13 sentimeter di bawah lapisan material yang disebabkan oleh tumbukan meteor. “Ini membuatnya menjadi fosil dinosaurus termuda yang pernah ditemukan,” ucap Lyson, seperti dikutip dari ABC, 13 Juli 2011.
Lyson menyebutkan, karena tanduk itu ditemukan di batu lumpur, kemungkinan jarak antara usia fosil itu dengan tumbukan asteroid bisa berselisih hanya 1 tahun saja. “Fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus non avian atau dinosaurus darat setidaknya masih hidup saat meteor menabrak Bumi,” kata Lyson.
Lyson menyadari bahwa penelitiannya tidak sepenuhnya membantah proses pemunahan bertahap. Akan tetapi ia yakin bahwa temuannya membantah salah satu teori yang menyebutkan bahwa dinosaurus lebih dulu punah sebelum hujaman asteroid.
Seperti diketahui, teori seputar punahnya dinosaurus akibat diperkenalkan 30 tahun lalu. Sejak itu, muncul perdebatan seputar apakah dinosaurus darat punah sebelum tabrakan terjadi. Temuan terbaru ini sendiri dipublikasikan di jurnal Biology Letters dari Royal Society. (umi)
• VIVAnews
Posted in Dinosaurus | Tagged , | Leave a comment

Yang Terjadi Dengan Dinosaurus

Kalau kita melihat film Jurassic Park dan The Lost World maka kita akan menyaksikan dinosaurus-dinosaurus yang telah digambarkan dengan begitu menarik oleh Steven Spielberg. Namun apakah sebenarnya dinosaurus itu ?

  Unenlagia comahuensis (Novas, 1997)
Sekarang ini setiap orang sudah mendengar mengenai dinosaurus. Dari anak-anak sampai orang dewasa telah melihat gambar mereka dan banyak orang mengira dinosaurus-dinosaurus itu telah punah 65 juta tahun sebelum manusia ada di bumi. Pandangan mengenai dinosaurus ini sangat berhubungan erat dengan teori evolusi.
Para penganut paham evolusi mengatakan bahwa dinosaurus pernah hidup di bumi ini antara 65 sampai 230 juta tahun yang lalu. Dinosaurus ditemukan hanya di 3 kolom geologis yaitu : Triassic, Jurassic, dan Cretaceous. Evolusionis menamakan tiga lapisan tanah tersebut dengan nama zaman Mesozoic. Itulah zaman yang mereka berikan untuk zaman dinosaurus. Menurut mereka makhluk-makhluk ini punah pada akhir zaman Mesozoik (Cretaceous). Teori evolusi mengajarkan bahwa dinosaurus sudah punah kira-kira 65 juta tahun sebelum manusia mulai berevolusi.
Pandangan dari teori evolusi berbeda dari para ilmuwan yang percaya pada teori penciptaan. Ilmuwan yang percaya pada teori penciptaan tersebut berpendapat bahwa dinosaurus tidak punah 65 juta tahun yang lalu namun hidup bersama-sama dengan manusia. Dinosaurus diciptakan oleh Tuhan dan bukan melalui evolusi reptil.
Sejarah Penemuan Dinosaurus
Tulang-tulang mereka sangat besar ketika ditemukan tahun 1677 oleh Dr. Robert Plot. Tulang-tulang itu dikira adalah tulang gajah raksasa. Nama pertama yang diberikan kepada binatang ini adalah Scrotum humanum. Hal ini terjadi 2 abad sebelum nama “dinosaurus” dimunculkan.
Pada 1822, Mary Anne Mantell berjalan-jalan di sebuah jalan raya di Sussex. Berdasarkan tradisi, ia menemukan sebuah tulang yang berkilau ditimpah sinar matahari, dan membawa pulang tulang tersebut untuk ditunjukkan kepada suaminya Dr. Gideon Mantell, dokter Inggris dan pemburu fosil amatir. Dr Mantell mengumumkan bahwa tulang tersebut mempunyai sebuah gigi yang lebih besar dari reptil modern. Ia menyimpulkan bahwa tulang ini adalah tulang reptil pemakan tumbuhan yang sudah punah dengan gigi seperti seekor iguana. Pada tahun 1825, Dr Mantell menamakan fosil tersebut Iguanodon (gigi iguana). Dr. Mantelllah yang mempopulerkan jaman reptil-reptil. Tahun 1841 anatomis dan paleontologis Inggris, Sir Richard Owen, yang secara kebetulan adalah lawan terkuat Charles Darwin, menemukan kata “dinosaurus”. Secara teknis, dinosaurus menunjuk pada makhluk raksasa yang menyerupai reptil yang hidup di darat bukan di air. Kata ini berarti “kadal yang mengerikan”. Tulang rahang Tyrannosaurus rex, panjang 6 kaki dengan gigi 6 inchi panjangnya, tentunya cocok dengan nama “kadal yang mengerikan”.
Dinosaurus – Diciptakan atau Berevolusi ?
Sejak penemuan Dr. Mantell, fosil-fosil dinosaurus telah ditemukan di beberapa benua di dunia, dari jauh ke utara seperti Alaska dan jauh ke selatan seperti Antartika. Dinosaurus itu ada dalam berbagai ukuran, bentuk, dan jenis. Fosil-fosil dinosaurus merupakan studi kasus yang menarik untuk membuktikan penciptaan atau teori evolusi. Ada berbagai jenis dinosaurus. Beberapa berukuran kecil seperti ayam dan yang lain ada yang berukuran sangat besar sehingga beratnya kira-kira 8 ton. Banyak dari antara dinosaurus tersebut mempunyai struktur tulang yang lain dari biasanya. Karena itu, jika dinosaurus berevolusi dari sekitar 230 juta tahun yang lalu, dimulai dari sejenis reptil (menurut kepercayaan evolusionis), maka harus ada ribuan makhluk perantara. Selama jangka waktu tersebut, jutaan dinosaurus hidup dan mati. Kalau teori evolusi benar, museum-museum dapat menampilkan ribuan bentuk transisi reptil–dinosaurus yang tak dapat dibantah. Jika penciptaan benar, setiap jenis dinosaurus muncul dalam bentuk yang sudah jadi dari sejak permulaan dicipta, tidak ada jenis fosil perantara yang mengisyaratkan bahwa dinosaurus ini berevolusi dari seekor nenek moyangnya.
Fosil-fosil dinosaurus menunjukkan dengan sangat jelas bahwa tiap satu jenis dinosaurus yang ditemukan sudah dalam bentuk utuh, tidak ada bukti bahwa binatang ini berevolusi dari jenis makhluk sebelumnya.
Brontosaurus, kesalahan rekonstruksi
Kalau kita mengunjungi musim kelas dunia, kita akan menemukan banyak sekali bukti mengenai dinosaurus. Tulang-tulang dan tengkorak telah digali dari bumi dan semuanya menunjukkan adanya makhluk hidup yang sangat besar yang pernah hidup di bumi. Tetapi ketika tulang-tulang itu disusun, ilmuwan tidak selalu membuat rekonstruksi yang akurat. Setiap orang telah mendengar atau melihat gambar Brontosaurus dengan lehernya yang panjang, tetapi tidak banyak orang yang tahu bahwa Brontosaurus itu adalah sebuah kesalahan. Ilmuwan-ilmuwan menemukan bahwa mereka telah menaruh fosil kepala yang salah pada fosil badan yang salah pula. Dua peneliti dari Institut Carnegie telah membuktikan bahwa tulang-tulang Brontosaurus di 5 museum utama, termasuk di museum Carnegie sendiri, telah menaruh kepala yang salah. Kedua orang itu, pada tahun 1979, telah memberitahukan media cetak bahwa deskripsi yang diberikan oleh Dr. O.C. Marsh, ahli fosil yang terkenal dari Yale, berdasarkan data tulang kepala yang salah.
Dalam artikel “Scientist Claim Brontosaurus Given Wrong Head” (Pittsburgh: Associated Press, October 10, 1979), Berman menjelaskan bahwa Marsh sebenarnya mengunakan tulang kepala yang ditemukan 3 atau 4 mil jauhnya dari tulang badannya. Tetapi tidak ada orang yang mengetahuinya. Marsh tidak memberitahukan hal ini dalam artikelnya. Tidak ada bukti bahwa tulang kepala ini ada hubungannya dengan Brontosaurus. Anda dapat mencek hal ini dalam Marsh’s Dinosaurus yang ditulis John H. Ostrom dan John S. McIntosh (New Have, Connecticut: Yale University Press, 1966), halaman 244.
Kemudian setelah diberikan kepala yang baru pada Brontosaurus maka makhluk itu lebih menyerupai Diplodocus. Kepala yang salah itu sebenarnya milik dinosaurus yang telah ditemukan sebelumnya yaitu Apatosaurus. Kesimpulannya adalah Brontosaurus tidak pernah ada. Karena alasan itu maka Brontosaurus tidak disebut dalam The New Dinosaur Dictionary karangan Donald. F. Glut (Citadel Press, Secaucus, New Jersey, 1982).
Rekonstruksi Dinosaurus
Sangat penting untuk diketahui bahwa pada saat ilmuwan mengali sejumlah tulang-tulang, mereka tidak menemukan tulang tersebut beserta dagingnya. Walaupun mereka menemukan semua tulang-tulangnya secara lengkap (dan biasanya lebih sering ditemukan hanya beberapa bagian saja), mereka hanya mempunyai data 40 persen untuk menjelaskan bagaimana rupa makhluk tersebut. Tulang-tulang itu tidak menceritakan bagaimana warna binatang itu atau apa yang ia makan. Sedikit sekali bukti fosil mengenai makanan dinosaurus. Tetapi Komsognatus, Barioniks, dan Hadrosaurus merupakan pengecualian karena isi perutnya ada yang ditemukan dalam bentuk fosil yang masih utuh. Bukti bahwa Deinonikhus memangsa Tenontosaurus juga ditemukan. Makanan kebanyakan dinosaurus hanya dapat diduga-duga saja berdasarkan data yang didapat oleh para peneliti dari gigi dinosaurus yang telah menjadi fosil. Gigi-gigi tajam yang dimiliki hanya menjelaskan bagaimana ia merobek makanannya tetapi bukan makanan apa yang dirobeknya. Ketika merekonstruksi dinosaurus yang besar dari sisa-sisa tulang, ilmuwan membuat berbagai asumsi. Seperti, beberapa pernyataaan mengenai apa yang dinosaurus lakukan atau di mana mereka tinggal adalah penuh dengan dugaan-dugaan belaka. Dalam film The Lost World dibicarakan mengenai tingkah laku Dinosaurus. Makhluk liar hasil cloning ini bisa mencium bau asap rokok dari jarak beberapa mil, punya intelegensi yang tinggi, menjaga dan memelihara bayinya, bisa balas dendam, dsb. Tidak satu pun dari hal-hal tersebut yang bisa diketahui dari fosil tulang belulang dinosaurus.
Sebagai contoh mari kita meneliti fosil Unenlagia comahuensis yang ditemukan oleh paleontologi Fernando Novas yang dimuat di harian Kompas, Senin, 26 Mei 1997. Dari tulang yang ada maka ia mencoba menyusun suatu makhluk dinosaurus yang nantinya berevolusi menjadi burung.
Gambar di dalam diatas menjelaskan bagaimana rekonstruksi tulang sehingga menjadi bentuk dinosaurus. Warna putih menggambarkan tulang yang ditemukan sedangkan gambar hitam menunjukkan gambar rekonstruksi. Saudara dapat menemukan bagaimana tulang yang sangat sedikit itu direkonstruksi menjadi dinosaurus yang lengkap. Bagaimana ia dapat menggambarkan kepala dinosaurus lengkap dengan giginya yang tajam sedangkan tidak ditemukan tulang kepala beserta giginya. Bagaimana ia menerka panjang lehernya sedangkan tulang lehernya tidak ditemukan. Bagaimana ia menerka panjang ekornya sedangkan tulang ekornya tidak ditemukan. Mungkin saja ia berekor pendek, sedangkan makhluk itu direkonstruksi berekor panjang. Bagaimana ia merekonstruksi lengan bawah lengkap beserta jari-jarinya sedangkan yang ditemukan hanya tulang lengan atas. Jelas disini bahwa ilmuwan menggunakan daya imajinasinya (yang mungkin salah) untuk merekonstruksi tulang belulang yang ia temukan. Bentuk dari dinosaurus ini saja masih perlu kita pertanyakan apalagi jika diduga bahwa dinosaurus ini berevolusi menjadi burung.
Benarkah Archaeopteryx adalah nenek moyang burung ?
Archaeopteryx/Arkheopteriks adalah burung. Ia mempunyai kaki-kaki yang dapat mencengkeram, sayap-sayap seperti burung, bulu-bulu seperti bulu burung modern, tempurung kepala seperti burung, dan sebuah furcula (tulang selangka burung). Selain itu, ia terbang! Lebih jauh lagi, walaupun fosil Archaeopteryx pertama kali ditemukan 1861, fosil-fosil lain yang ditemukan sejak saat itu tidak ada satu pun yang menunjukkan bentuk transisi antara reptil dan Archaeopteryx atau antara Archaeopteryx dan burung-burung. Jika reptil berevolusi menjadi burung maka akan ditemukan ribuan makhluk transisi yang hidup dan mati, yang meninggalkan jejak dalam bentuk fosil.
Walaupun bukti yang memberatkan dan bertentangan ini ada namun banyak evolusionis mempertahankan pendapat bahwa Archaeopteryx adalah bentuk transisi antara reptil dan burung. Mereka menunjuk pada bukti bahwa burung ini mempunyai cakar di kedua sayapnya, gigi, dan beberapa ciri khas yang tampak seperti reptil. Beberapa orang menyatakan bahwa ciri khas ini mengindikasikan bahwa Archaeopteryx berevolusi dari reptil. Tetapi, beberapa burung purba mempunyai gigi. Dengan bukti yang sama juga ternyata banyak burung purba yang tidak mempunyai gigi. Intinya adalah tidak ada fosil yang ditemukan yang menyatakan terjadinya kehilangan gigi secara terus-menerus/perlahan-lahan hilang pada burung-burung. Mereka ada yang mempunyai gigi dan ada yang tidak! Hal ini tidak mengejutkan karena hal ini juga terjadi pada beberapa binatang bertulang belakang lainnya. Beberapa ikan mempunyai gigi, beberapa amfibi mempunyai gigi, dan beberapa reptil mempunyai gigi. Tetapi ada ikan, dan amfibi, dan reptil yang tidak punya gigi! Kebanyakan mamalia punya gigi, tetapi beberapa tidak. Keberadaan atau ketidakberadaan gigi tidak mengkonfirmasi atau menyangkal teori evolusi atau penciptaan.
Apakah adanya cakar pada sayap membuktikan transisi reptil dan burung ? Tidak, karena ada paling sedikit 3 burung yang hidup sekarang yang juga mempunyai cakar di sayapnya. Hoatzin, burung yang hidup di Amerika Selatan, mempunyai cakar di sayapnya ketika masih muda. Hal ini juga terjadi pada touraco, burung yang hidup di Afrika. Ostrich mempunyai 3 cakar pada sayapnya, tetapi tidak ada satu pun yang berani mengusulkan bahwa ketiga burung ini adalah binatang perantara reptil dan burung karena mereka hidup pada saat ini.
Beberapa tahun lalu, paleontologis (ahli fosil) menemukan fosil dari burung modern dan menyimpulkan, dari bukti, bahwa burung modern itu hidup pada waktu yang sama dengan Archaeopteryx. Archaeopteryx tidak bisa menjadi nenek moyang burung jika burung modern dan Archaeopteryx hidup pada waktu yang bersamaan.
Baru-baru ini, paleontologis menemukan fosil-fosil dari seekor burung di Texas yang diduga hidup 75 juta tahun sebelum Archaeopteryx. Jika kita mengikuti pola pikir evolusionis maka burung ini seharusnya lebih menyerupai reptil daripada Archaeopteryx. Tetapi makhluk ini lebih menyerupai burung daripada Archaeopteryx! Ilmuwan yang percaya teori penciptaan menyimpulkan bahwa Archaeopteryx bukan seekor binatang perantara reptil dan burung, tetapi adalah burung, khusus diciptakan Tuhan dan terpelihara untuk kita dalam bentuk catatan fosil.
Benarkah Dinosaurus Punah 65 Juta Tahun
Sebelum Manusia Berevolusi ?
Mari kita melihat bukti secara ilmiah di Sungai Paluxy, dekat Glen Rose, Texas, Amerika Serikat. Ken Ham dan John Mackay dari Creation Science Foundation telah datang melakukan kunjungan ke Paluxy untuk menyelidiki sisa-sisa bekas peninggalan yang ditemukan orang sebagai bukti yang meyakinkan tentang adanya bekas jejak kaki manusia di tengah-tengah bekas jejak kaki dinosaurus. Jika dinosaurus sudah punah 65 juta tahun sebelum manusia berevolusi maka bagaimana mungkin ada jejak dinosaurus bersama jejak manusia di lapisan tanah yang sama. “Kami juga menemukan bukti-bukti tambahan di Sungai Paluxy yang dapat menghapus paham evolusi mengenai skala waktu geologis. Pada lapisan yang paling atas dari batu-batuan di sungai itu, yang diperkirakan usianya oleh para ahli kaum evolusi hanya berusia 25 juta tahun, dengan jelas sekali kami menemukan bekas jejak kaki dinosaurus. Menurut paham kaum evolusi fosil-fosil ini mestinya tidak boleh terdapat pada lapisan yang paling atas (yang berusia 25 juta tahun) karena binatang dinosaurus sudah punah sejak 65 juta tahun lalu. Jadi, dengan menggunakan metode perhitungan waktu (skala waktu geologis) yang dipergunakan oleh kaum evolusi sendiri, yang juga mengabaikan adanya bekas jejak kaki manusia, maka sisa-sisa fosil di Sungai Paluxy itu telah menaklukan paham evolusi mengenai skala waktu geologis (maksudnya skala waktu geologis tidak akurat dan salah)!”
Dr. Clifford Wilson, seorang pengarang buku terkenal dari kota Melbourne dan ahli ilmu purbakala yang tersohor, “pada hakekatnya telah membuat penggalian dan menemukan bekas jejak kaki di sekitar Sungai Paluxy dan telah menemukan bekas jejak kaki manusia.” Letter, 5 April 1984.
Dr. John D. Morris dalam bukunya Tracking Those Incredible Dinosaurus menyatakan bahwa 1) jejak dinosaurus dan bekas kaki manusia telah ditemukan untuk pertama kalinya dan dibuat fotonya dalam tahun 1908. 2) Jejak kaki manusia telah ditemukan pada kurang lebih 20 tempat di sekitar Sungai Paluxy sehingga memberikan bobot bukti yang meyakinkan sekali. 3) Bekas jejak kaki manusia yang ditemukan oleh rombongan Leaky di Afrika Timur dan diterima secara luas oleh kaum evolusionis sebagai penemuan yang murni adalah tidak begitu jelas seperti penemuan Sungai Paluxy, yang justru telah ditolak oleh mereka karena mereka menganggap manusia itu tidak mungkin hidup sezaman dengan dinosaurus.
Dennis R Petersen, M.A. (Master of Art in Museum Administration) dalam bukunya Unlocking The Mysteries of Creation halaman 143 menyatakan ada beberapa puzzle misteri di Sungai Paluxy. Beberapa jejak seperti jejak beruang dan kucing telah ditemukan juga di sana. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana mungkin binatang-binatang ini (yang mestinya belum berevolusi) kembali ke masa jutaan tahun sebelumnya yaitu di zaman dinosaurus. Atau mereka hidup pada zaman yang sama dengan dinosaurus ?
Pada halaman terdepan dari surat kabar harian Sydney Morning Herald, edisi sore, tanggal 21 November 1983, terdapat sebuah laporan berupa berita yang sangat berkaitan dengan masalah jejak manusia dan dinosaurus. Penemuan ini mungkin merupakan hal yang paling penting yang datangnya dari sebuah kantor berita negara komunis yang tidak ber-Tuhan: “Sebuah laporan dari Kantor Berita Soviet, Tass, menyatakan bahwa kurang lebih 1500 bekas jejak peninggalan binatang dinosaurus telah ditemukan di Turkmenia, akan tetapi di antara jejak kaki ada terdapat jejak yang mirip jejak kaki manusia. Menurut keterangan Profesor Ammaviyazov, Direktur Institut Geologi Turkmenia, “Apabila analisa lebih lanjut membuktikan bahwa jejak kaki itu adalah bekas peninggalan makhluk anthropoid, maka sejarah umat manusia (menurut kaum evolusionis) haruslah diperluas sampai 150 juta tahun jauhnya, dan bukan saja 5 juta tahun.” Tetapi kaum kreasionis tetap tidak menerima bahwa manusia mengalami evolusi.
Jejak di Sungai Paluxy maupun di Turkmenia ini menyebabkan kaum evolusionis mau tidak mau seharusnya menerima bahwa dinosaurus tidak punah 65 juta tahun sebelum manusia berevolusi. Tetapi jika mereka bersikeras untuk menyatakan bahwa manusia saat itu belum ada, maka mungkin gambar ilustrasi ini dapat menjelaskannya.
SUNGAI PALUXY :
Bukti-Bukti Lain Bahwa Manusia Pernah Hidup Bersama Dinosaurus

Banyak kebudayaan di dunia yang mempunyai legenda Naga. Legenda Naga ini ada di China, Jepang, Australia, Amerika Selatan, India, Eropa, Inggris, Yahudi dan di Amerika. Kalau naga hanyalah merupakan daya khayal manusia, mengapa legenda ini ada di beberapa kebudayaan bukan hanya terdapat pada satu bangsa saja? Diduga bahwa makhluk ini sebenarnya adalah dinosaurus.
  Tyrannosaurus rex hidup di hutan
  Plesiosaurus (dinosaurus yang hidup di air)
Ada sebuah cerita mengenai pahlawan bangsa Sumeria 3000 tahun SM yang bernama Gilgamesh. Ia pergi ke sebuah hutan terpencil untuk menebang pohon Cedar kemudian menemukan seekor naga jahat yang besar. Ia membunuh naga tersebut dan memotong kepalanya sebagai tanda kemenangannya. Ketika Alexander Agung dan prajuritnya tiba di India, mereka menemukan bahwa penduduk asli India menyembah reptil yang sangat besar yang mereka simpan di gua-gua. China sangat terkenal dengan cerita naganya, dan naga selalu ditonjokan dalam guci, sulam-menyulam, dan ukiran China. Inggris mempunyai cerita mengenai St. George yang membunuh naga yang hidup di sebuah gua.
Pada abad ke-10 seorang Irlandia mencatat perjumpaannya dengan seekor makhluk yang rupanya seperti Stegosaurus. Pada tahun 1500-an, sebuah buku scientific Eropa, Historia Animalium, mencatat beberapa jenis binatang, yang bagi kita adalah dinosaurus, masih hidup pada saat itu. Seorang ahli ilmu pengetahuan alam terkenal, Ulysses Aldrovandus, mencatat sebuah pertemuan antara seorang petani bernama Baptista dan seekor naga yang ciri-cirinya mirip dengan dinosaurus Tanystropheus. Pertemuan itu terjadi tanggal 13 Mei 1472 dekat Bologna di Itali, dan petani itu membunuh naga tersebut. Jadi bukti dari keberadaan dinosaurus pada sejarah umat manusia sangat kuat.
Stegosaurus
Terdapat laporan-laporan yang menyatakan penampakan dinosaurus pada akhir-akhir ini. Pada Science Digest, Juni 1981 dan Science Frontiers No. 33 tahun 1983, penyelidik dan penduduk di Afrika melaporkan penampakan makhluk seperti dinosaurus. Deskripsi yang diberikan cocok dengan rupa dinosaurus. Dalam Melbourne Sun, 6 Februari 1980, lebih dari 40 orang mengklaim bahwa mereka melihat plesiosaurus dari pantai Victorian Australia akhir-akhir ini. Mungkin benar bahwa monster Loch Ness (jika monster ini benar-benar ada) adalah seekor variasi dari Plesiosaurus (dinosaurus yang hidup di air) yang masih hidup sampai sekarang. Bukan hal yang memalukan bagi kaum kreasionis jika seseorang menemukan Tyrannosaurus rex hidup di hutan. Tetapi hal ini jelas-jelas akan memalukan bagi seorang evolusionis.
Dinosaurus di Dalam Alkitab :
Lewiatan (reptil laut) dan Behemot.
Apakah dinosaurus terdapat juga dalam buku yang paling tua, yang pernah ditulis oleh manusia, yang masih ada sampai kini ?
Alkitab berkata, “Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar” (Kejadian 1:21) . Allah melukiskan salah satu binatang laut itu kepada Ayub (kira-kira 2.000 tahun SM). Dalam bahasa Yunani makhluk itu disebut lewiatan (Ayub 40:20), dan Alkitab bahasa Indonesia menyebutnya buaya. Makhluk ini sangat besar dan kuat, sehingga orang tidak dapat menangkapnya dengan kail, atau melukainya dengan pedang atau lembing (Ayub 41:17). Sebenarnya kita tidak tahu jelas makhluk laut apa yang Allah maksudkan dalam kitab Ayub ini. Tapi Allah berkata, “Tidak ada taranya di atas bumi, itulah makhluk yang tidak mengenal takut” (Ayub 41:24).
Nampaknya mustahil ada makhluk yang dapat menyemprotkan lidah api dari mulutnya. Tapi Alkitab berkata, “Dari dalam mulutnya keluar suluh dan berpancaran bunga api” (Ayub 41:10). Berdasarkan ayat ini tidaklah salah berpendapat bahwa makhluk raksasa itu bukanlah buaya. Dan belum pernah ada buaya atau binatang reptil lainnya yang menyemburkan bunga api dari mulutnya. Kita mengenal dan mengagumi kunang-kunang. Kita tahu, bila malam tubuh kunang-kunang memancar berkelip-kelip sinar jernih benderang. Itu merupakan bukti nyata, bahwa ‘menyemburkan’ api bukanlah mustahil bagi makhluk ciptaan Allah. Kita juga mengenal cerita naga yang menyemburkan api dari mulutnya, dari mana ide naga yang menyemburkan api jika hal ini hanya khayalan manusia ?
Alkitab melaporkan bahwa Allah berfirman kepada Ayub, “Perhatikan kuda Nil, yang telah Ku-buat seperti juga engkau” (Ayub 40:10).
Dalam Alkitab bahasa Ibrani yang disebut bukanlah kuda Nil, melainkan BEHEMOT. Artinya binatang raksasa yang luar biasa besarnya dan luar biasa kuatnya. Allah mengatakan bahwa Behemot itu mempunyai tulang-tulang seperti pembuluh tembaga. Kerangka tubuhnya seperti batang besi, dan ekornya seperti pohon aras (lihat Ayub 40:11-19).
Gambaran itu menyatakan bahwa binatang yang dimaksud bukanlah kuda Nil dan bukan pula gajah karena ekor mereka tidak sebesar kayu aras (kayu libanon, yang besar-besar) . Dan para ahli (dari kaum kreasionis. Ct. Henry M. Morris) percaya bahwa BEHEMOT itu adalah dinosaurus, binatang raksasa yang sangat menakjubkan.
Allah menyuruh Ayub ke Sungai Yordan memperhatikan makhluk luar biasa ini. Allah berfirman, “Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar” (40:18). Pada musim semi, salju di Gunung Libanon – kira-kira 80 km di utara dari Sungai Yordan – mencair. Luapan air cairan salju itu, deras menggemuruh turun ke Sungai Yordan. Sungai yang biasanya tenang itu, berubah menjadi ganas. Tapi gemuruh air sungai ini, sama sekali tidak mengusik dinosaurus yang berleher panjang. Alkitab berkata, “Ia tetap tenang, walaupun Sungai Yordan meluap melanda mulutnya” (Ayub 40:18b).
BEHEMOT cukup mengangkat kepalanya lebih tinggi sedikit, untuk menahan dan melahap pohon yang dihanyutkan luapan air.
Allah menyuruh Ayub memperhatikan dinosaurus – makhluk raksasa itu. Itu berarti dinosaurus pernah hidup di bumi pada zaman Ayub.
Kapan Dinosaurus Diciptakan ?
Pada hari ke-5 Allah mulai mengisi bumi dengan binatang-binatang. Alkitab berkata, “Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air” (Kejadian 1:21). ‘Binatang-binatang laut yang besar’ itu termasuk Lewiatan raksasa. Itu disebut dalam Ayub pasal 41 dan Mazmur 104:26. Allah juga menciptakan ikan-ikan paus dan jenis ikan-ikan besar. Kejadian 1:21 mengatakan bahwa ‘segala jenis burung yang bersayap’ juga diciptakan pada hari ke-5.
Pada hari ke-6, yakni hari terakhir penciptaan, “Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi’. Ingatlah, dinosaurus juga termasuk binatang melata. Lalu “Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya … laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka” (Kejadian 1:25,27).
Banyak orang tidak mempercayai apa yang Allah katakan tentang penciptaanNya atas makhluk-makhluk melata. Mereka berpendapat bahwa binatang berasal dari zat kimia dalam air, melalui proses evolusi yang memerlukan ribuan juta tahun. Allah yang mengetahui segala sesuatu sebelum hal itu terjadi, tahu persis bahwa manusia tidak akan mempercayai Dia. Mungkin itulah sebabnya Allah sampai tiga kali menegaskan kepada kita (kejadian 1:24,25,26), bahwa Ia menjadikan semua makhluk melata pada waktu yang sama, ketika Ia menciptakan manusia – laki-laki dan perempuan.
Allah menciptakan dinosaurus darat termasuk Behemot perkasa, pada hari ke-6 penciptaan-Nya (Ayub 40:15). Pada mulanya Allah menciptakan mereka jinak, sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan. Alkitab berkata, “…kepada segala binatang di bumi … yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya” (Kejadian 1:30). Pada mulanya segala makhluk itu makan tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, dan buah-buahan. Mereka tidak saling memangsa. Tapi setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, banyak binatang menjadi pemakan daging.
Mengapa Dinosaurus Punah ?
Ada beberapa kemungkinan yang dikemukakan baik oleh para evolusionis maupun dari orang lain. Mereka berkata ada satu benda raksasa dari luar angkasa jatuh menghantam lautan, mengakibatkan punahnya beberapa makhluk laut. Mereka mengatakan juga, bahwa kemudian ada benda lain yang membentur bumi, sehingga menyebabkan dinosaurus-dinosaurus berangsur-angsur punah. Yang lain mengatakan bahwa punahnya dinosaurus akibat radiasi dari bintang yang meledak. Ada lagi yang mengatakan akibat wabah virus dinosaurus. Ada yang mengatakan akibat serangan diare, hujan meteor (lihat majalah Time edisi 6 May 1985), dsb.
Menurut Kaum Kreasionis.
Bumi kita yang sekarang ini sangat berbeda dari bumi pra-Air Bah. Allah menempatkan lapisan uap air di atas atmosfir di sekeliling bumi (Kejadian 1:6-8). Adam, Kain, Nuh dan orang lain yang hidup sebelum zaman Air Bah, tidak dapat melihatnya. Lapisan uap air itu tidak terlihat oleh mata kita. Kita dapat melihat matahari pada siang hari, bulan dan bintang-bintang pada malam hari. Tapi kita melihatnya melalui pantulan lapisan uap air itu.
Lapisan uap air itu adalah bagian dari rencana agung Allah. Lapisan uap air itu menjaga dan memelihara penguapan suhu bumi. Karena itulah pada zaman itu tidak ada daerah yang terus menerus dingin di bumi, bahkan di Kutub Utara atau di Kutub Selatan. Suhu udara di seluruh bumi tetap sama sepanjang tahun. Cuaca yang hangat dan lembab, mirip sekali dengan udara dalam rumah kaca zaman sekarang, kalau kita masuk ke dalamnya.
Para ilmuwan mengatakan bahwa sinar ultra-violet dari matahari berbahaya bagi kehidupan setiap makhluk di bumi. Selama 1,600 tahun lapisan uap yang tidak kelihatan itu melindungi bumi dari sinar ultra-violet . Karena perlindungannya itu tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang dan manusia dapat hidup lebih lama, dan bisa bertumbuh lebih besar daripada keadaan zaman sekarang ini. Sebagai contoh adalah buah-buahan yang dihasilkan di rumah kaca biasanya lebih besar daripada yang dihasilkan di kebun.
Ketika Allah memberi tahu Nuh, bahwa hujan lebat akan turun, maksud-Nya ialah lapisan uap air itu berubah menjadi air hujan. Maka hujan lebat pun turun. Firman Allah melukiskan hujan itu demikian “… terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit” (Kejadian 7:11). Air Bah itu sebagian besar disebabkan oleh curahan air yang dahsyat dari langit ke bumi.
Kemudian datanglah air bah. Tetapi Allah melindungi ciptaannya dengan menyediakan satu bahtera yang menyelamatkan satu keluarga, dan juga segala jenis makhluk yang bernafas.
Ketika keluarga Nuh dan semua makhluk binatang itu keluar dari bahtera, dinosaurus-dinosaurus muda menyaksikan satu bumi yang sangat berbeda dari bumi yang mereka pernah huni sebelumnya. Gunung-gunung terjal, seperti Gunung Alpo dan Himalaya, muncul pada daerah pegunungan yang jauh lebih datar sebelumnya. Ngarai-ngarai curam terbentuk oleh arus air deras, yang mengkikis tanah lunak. Laut yang dangkal berubah menjadi samudera yang dalam, seperti yang kita kenal pada zaman sekarang ini.
Barangkali bumi memiliki lebih banyak tanah daratan, dan lebih banyak lahan bagi tumbuh-tumbuhan dan makhluk-makhluk binatang sebelum Air Bah. Setelah zaman itu, tumbuh-tumbuhan tidak tumbuh sesubur dan serimbun sebelumnya. Demikian pula rawa-rawa semakin langka. Padang gurun mulai ada, sehingga sebagian dinosaurus sulit mendapat makanan. Karena kekurangan bahan makanan, banyak dinosaurus mungkin mati kelaparan. Sementara dinosaurus herbivora mulai punah, dinosaurus karnivora terancam punah pula.
Radiasi sinar matahari mulai merusak segala yang hidup. Sebab sinar ultra-violet yang berbahaya tidak lagi ditapis oleh lapisan uap air di cakrawala. Akibatnya, masa hidup tumbuh-tumbuhan dan makhluk binatang semakin pendek. Ini berarti dinosaurus tidak sempat bertumbuh sampai menjadi raksasa seperti dahulu.
Cuaca bumi berubah begitu jauh setelah Air Bah. Cuaca di seluruh bumi tidak lagi hangat atau pun lembab. Beberapa bagian dunia bahkan sangat dingin. Mungkin sebagian dinosaurus tidak dapat menyesuaikan diri karena perubahaan cuaca ini, sehingga mati kedinginan. Jadi kesimpulannya banyak dinosaurus yang punah karena habitatnya berubah dan suhu bumi berubah sehingga mereka tidak dapat bertahan hidup. Ada yang masih bertahan hidup sampai jaman Ayub dan ada yang masih bertahan hidup sampai sekarang.
Dinosaurus dalam bahtera Nuh ? Apa muat ?
Apakah semua binatang dapat masuk ke bahtera Nuh, termasuk dinosaurus ? Bagaimana Nuh dapat mengangkut jutaan spesies binatang dalam bahtera ? Di mana ia menempatkan Brachiosaurus yang tingginya 50 kaki dan berat 80 ton ? Tidak perlu menempatkan dinosaurus dewasa yang besar itu dalam bahtera. Untuk menjaga kelangsungan jenisnya dapat dilakukan dengan cara membawa bayi dinosaurus. Hal ini memudahkan masalah tempat tinggal mereka di bahtera. Lebih jauh lagi, jutaan spesies tidak dimasukkan ke dalam bahtera. Alkitab menyatakan bahwa Allah memerintahkan untuk membawa sepasang setiap jenis binatang darat dan udara kecuali binatang tidak haram yang digunakan untuk korban yaitu sebanyak 7 pasang. Saat ini ada sekitar 20.000 spesies dari binatang darat dan udara yang masih hidup (seperti mamalia, burung, reptil, dan amfibi). Kalau kita mengasumsikan ada 20.000 spesies yang punah, maka berarti ada 40.000 species yang dimuat, atau kira-kira ada 80.000 binatang yang masuk ke dalam bahtera.
Beberapa binatang besar, tetapi kebanyakan dari mereka, seperti tikus, kadal, dan burung, cukup kecil. Ukuran rata-rata binatang-binatang ini kira-kira sebesar ukuran domba. Bahtera Nuh panjangnya kira-kira 450 kaki, tingi 45 kaki, dan lebar 75 kaki. Hal ini berarti, dengan 3 dek, bahtera ini mempunyai lantai seluas lebih dari 100.000 kaki persegi. Kedelapan puluh ribu binatang ini dapat disangkarkan dalam area sebesar 50.000 kaki persegi, menyebabkan separuh ruang lainnya dapat digunakan untuk menyimpan makanan, udara, tempat tinggal untuk Nuh dan keluarganya, dan lain-lain. Mungkin Allah menyebabkan sebagian binatang berhibernasi (tidur selama musim dingin/tidak aktif selama suatu periode tertentu), untuk meminimalkan perawatan mereka. Air bah dilimpahkan ke bumi oleh Allah, dan dengan keinginanNyalah Nuh, keluarganya, dan sepasang binatang darat, udara dapat selamat, termasuk dinosaurus.
Dinosaurus Masa Kini
Walaupun reptil raksasa sudah punah (mungkin ada yang masih tersisa dan tidak pernah ditemukan manusia), ada beberapa reptil kecil masih hidup sampai sekarang ini. Kita tidak tahu pasti mengapa jenis reptil kecil ini bisa bertahan hidup. Mungkin mereka dapat menyesuaikan diri pada dunia sekitarnya yang sudah berubah. Makhluk-makhluk itu dikatakan “kecil” karena dibandingkan dengan dinosaurus raksasa yang beberapa ton beratnya. Namun demikian di antara makhluk melata yang bertahan hidup ini, ada yang ratusan kilogram beratnya.
  Komodo
Di Pulau Komodo, Indonesia, hidup satu jenis kadal terbesar di dunia, yakni Komodo. Sayang, hanya sekitar seribu ekor komodo yang masih hidup sekarang ini.
Komodo mirip naga-naga pada lukisan zaman abad pertengahan. Satu-satunya hal yang membedakan Komodo dari naga, ialah Komodo tidak menyemburkan lidah api dari lubang hidungnya seperti naga dalam gambar itu.
Kulit Komodo hitam mengkilat.. Cakar-cakar Komodo panjang dan tajam. Kepalanya seperti berketopong baja. Lidahnya panjang dan berbilah, mirip lidah ular.
Komodo dapat bertumbuh sepanjang hampir 3 meter dan beratnya kira-kira 136 kg. Mereka suka menyantap bangkai binatang, seperti rusa, babi hutan, kambing dan kerbau. Komodo dewasa bergerak lamban di darat, Komodo kecil bergerak gesit, lincah seperti kera. Demikian lincahnya, Komodo kecil pandai memanjat pohon. Belum banyak yang kita ketahui tentang kebiasaan hidup Komodo, sehingga banyak perihal makhluk ini masih merupakan misteri besar.
  Kura-kura Galapagos
  Mona Iguana
Di Pulau kecil Kariben hidup satu jenis kadal besar. Melihat rupanya, timbul dugaan bahwa kita sedang berhadapan dengan satu makhluk mistik dalam lukisan Mesir kuno. Kadal ini dinamai Mona Iguana sesuai nama tempat asalnya, yakni Pulau Mona kecil berbentuk buncis. Pulau Mona terletak di antara Puerto Rico dan Republik Dominika.
Kaki Kadal Mona Iguana pendek dan gemuk, begitu pula ekornya sangat pendek. Tubuhnya besar berkeriput. Kepalanya besar, ditutupi oleh benjolan-benjolan besar. Sebuah cula yang bertengger di moncongnya membuatnya nampak buas dan garang.
Walaupun makhluk ini nampak buas, ia sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia ataupun bagi makhluk-makhluk binatang lainnya. Mona Iguana adalah pemakan tumbuh-tumbuhan. Salah satu makanan kesukaannya ialah buah manchineel. Buah itu dapat mengakibatkan penyakit mendadak, bahkan kematian bagi manusia yang memakannya. Mona Iguana tidak harus makan setiap hari.
Sekitar 95 persen dari waktu siangnya, Mona Iguana beristirahat di dalam tanah. Berada di dalam tanah melindungi kadal ini dari pertarungan dengan musuh, memelihara kestabilan suhu tubuhnya, menghemat cairan dalam tubuhnya, dan menghemat tenaganya.
Kura-kura besar ini berasal dari Pulau Isabela di Lautan Pasifik. Pulau Isabela termasuk kepulauan Galapagos, 965,4 kilometer di sebelah barat dari Ekuador, Amerika Selatan.
Reptil berbentuk kubah ini terkenal sebagai makhluk berdarah dingin terberat di dunia. Kura-kura jantan ada yang beratnya sampai 272 kg. Berat kura-kura betina memang jarang yang lebih dari 136 kg. Usia makhluk ini dapat mencapai 150 tahun.
Kura-kura Galapagos suka hidup santai. Setiap hari ia tidur kira-kira 16 jam. Ia bangun pukul 7 atau 8 pagi, kemudian berjemur di bawah matahari dua-tiga jam lamanya, sampai badannya yang besar itu terasa hangat. Pada sisa waktu hari itu ia mungkin bergerak beberapa meter saja untuk mencari makanan.
Makanan makhluk raksasa ini aneka macam dan agak aneh. Ia melahap jelatang dan buah per berduri. Seperti reptil Mona Iguana, ia menyukai buah-buahan beracun yang berbahaya bagi manusia.
Kura-kura ini tidur pukul 4 atau 5 sore. Supaya tubuhnya tetap hangat sepanjang malam, ia membenamkan setengah tubuhnya dalam lumpur. Lumpur itu juga melindunginya dari serangan nyamuk. Esok harinya lumpur yang melekat pada tubuhnya mengering dan melindunginya dari serangan kutu-kutu kecil yang suka menyelusup ke dalam celah-celah kulitnya.
Jika kutu-kutu kecil menyelinap ke dalam tungkainya yang panjang dan berkerut, ke kepala atau kakinya, ia cukup menjulurkan bagian tubuhnya itu dan membiarkan burung kutilang mematuk habis kutu-kutu itu. Allah mengatur makhluk-makhluk binatang sedemikian rupa supaya mereka dapat saling menolong.
Sekitar 5 jam lamanya kura-kura betina yang akan bertelur menggali, mengukur dan membentuk satu lubang. Kemudian dalam waktu kurang lebih 20 menit, ia bertelur sebanyak 17 butir. Selesai mengerami telur-telur itu, sang induk menata ulang letak telur-telurnya dalam susunan melintang di dasar lubang. Kemudian ia melapisi bagian atas telur-telur itu dengan lumpur agar telur-telur itu tidak kedinginan di malam hari dan tidak kepanasan di siang hari. Telur-telur itu menetas mulai dari 3 sampai 8 bulan kemudian, tergantung kepada keadaan suhu udara.
Selama satu sampai lima hari, bayi kura-kura bergumul memecahkan kulit telurnya. Kemudian bayi itu harus mengorek sarang lumpurnya yang sudah mengeras untuk dapat keluar. Umumnya bayi kura-kura berhasil keluar setelah beberapa minggu, namun tidak dapat menunggu berminggu-minggu untuk mendapat makanannya. Jadi apakah yang membuat bayi kura-kura tidak mati kelaparan? Allah menciptakan satu kantong kuning telur yang melekat pada perut bayi kura-kura itu. Kantong kuning telur itu menyediakan makanan bagi bayi kura-kura selama 7 bulan bila perlu. Setelah berhasil keluar, bayi kura-kura bebas berkeliaran seperti buldoser mini yang beratnya sekitar 1 ons.
Posted in Dinosaurus | Tagged | Leave a comment

Hewan Prasejarah

Hewan Prasejarah

Hewan pra sejarah yang paling terkenal
1. Triceratops
Nama : Triceratops
Panjang : 9 m, tinggi 3 m
Massa : 12 ton
Zaman : Akhir Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan : Tumbuh-tumbuhan Triceratops berarti muka bertanduk tiga dalam bahasa Yunani. Hewan ini memiliki cula sepanjang 1 m sebanyak 2 buah di atas matanya, dan satu lagi lebih pendek dibagian atas hidungnya. Hal yang paling membedakan hewan ini dari hewan yang lain adalah tulang tengkoraknya yang mampu berkembang sepanjang 2m, hampir sepertiga panjang tubuhnya. Fosil hewan ini ditemukan di Benua Amerika. Hewan ini diperkirakan tidak berkelompok dan individual. Tanduknya berfungsi sebagai kedudukannya terhadap triceratops lain seperti halnya rusa saat ini (courtship). Hewan ini menjadi objek penelitian yang cukup banyak digemari oleh para ilmuwan karena banyaknya fosil yang ditemukan. Intermezo:
Selain fosil hewn ini banyak ditemukan, hewan ini terkenal karena ke-eksotisannya, bentuk fisik yang unik dan terkesan “friendly” bagi masyarakat membuatnya menjadi ikon hewan prasejarah yang digemari anak-anak.
(Gimana ga eksotis?yang bercula satu aja diburu besar-besaran, apalagi bercula tiga?)
2. Mammoth
Nama: Mammoth (Mammuthus primigenius)
Panjang: 5 meter (hingga bahu)
Massa: 12 ton
Zaman: Pliosen (4,8 jt tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan (biasanya yang berupa pohon) Mammoth merupakan nenek moyang hewan yang kita kenal dengan nama gajah, dan memiliki gading sepanjang 3,3 m yang digunakan saat berkelahi ataupun menakuti musuh. Fosil mammoth sering ditemukan dalam kondisi yang masih baik karena kondisi suhu yang sangat rendah. Habitat mammoth adalah daerah-daerah balkan (Rusia, Siberia, dan sekitarnya). Mammoth sering juga disebut woolled elephant atau gajah berbulu tebal karena bulu yang melindungi tubuhnya (yg mampu membuatnya bertahan di suhu yang ekstrim).
3. Velociraptor
Nama: Velociraptor
Panjang: 2 m, (tinggi tubuh saat berdiri 1 m)
Massa: 50 kg
Zaman: Akhir Cretaeceous
Makan: Hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dari ukuran tubuhnya Velociraptor berarti pencuri berkecepatan tinggi (speedy thief). Memiliki 30 gigi yang panjang dan tajam, paruh yang datar, dan leher membentuk seperti huruf “s”. Bergerak dengan kedua tungkai (kaki) nya yang kuat, dan berukuran kecil, hewan ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan cheetah. Akan tetapi, raptor seringkali berburu dalam kelompok yang terdiri dari 3-10 ekor raptor. Ciri khas lain dari raptor (selain kedua tungkainya yang kuat) adalah kapasitas otaknya yang diperkirakan memiliki kemampuan yang sama dengan simpanse (mampu berkomunikasi dengan sesama raptor melalui suara-suara yang spesifik). Kecepatan larinya mencapai 40 mil per jam. Fosil Velociraptor ditemukan di Rusia, Mongolia, dan China.
4. Pterodactyl
Nama: Pterodactyl (Pterosaurus)
Panjang: tubuh saat berdiri 3m, bentangan sayap mencapai 10m
Massa: -
Zaman: Trias (65,5 juta tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan dan hewan-hewan kecil seperti ular dan ikan Pterodactyl berasal dari bahasa Yunani yang berarti kadal yang bersayap (winged lizard). Hewan ini terkenal dengan paruhnya yang panjang dan bentangan sayapnya yang lebar (mencapai lebih dari 10 m). Peneliti dari Ohio University menemukan ada satu bagian otak yang membedakan hewan ini dengan hewan vertebrata lainnya. Flocculi. Proporsi flocculi didalam otak pterosaurus mencapai 7,5%, dan rata-rata vertebrata hanya memiliki 1-2% flocculi didalam otaknya. Flocculi ini menyebabkan penglihatan pterosaurus menjadi jauh lebih baik. Namun proporsi yang besar ini lebih disebabkan oleh bentangan sayapnya yang lebar, karena selain berhubungan dengan otot mata, flocculi juga berhubungan erat dengan kerja syaraf sensorik.
5. Smilodon
Nama: Smilodon (Long-teeth cats)
Panjang: -
Massa: 55-300 kg
Zaman: Megantereon (2,5 juta-500.000 tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan (bison, rusa,dll.) Smilodon atau yang dikenal dengan sebutan sabre-tooth cat berasal dari bahasa Yunani yang artinya gigi pahat, ditemukan di Benua Amerika. Ciri khas dari hewan ini adalah gigi taring atas yang panjang (17 cm). Smilodon berburu dalam kelompok seperti halnya singa saat ini. Akan tetapi, kelompok tersebut tidak didominasi oleh pejantan, karena ukuran tubuhnya yang sama dengan betina. Gigi taring yang panjang tersebut tidak digunakan untuk memikat pasangan, jadi kehidupan sosial hewan ini belum banyak diketahui. Smilodon memiliki tubuh yang lebih menyerupai beruang karena bulunya menyerupai beruang, dan bagian perut yang lebar dan pendek.
6. Temnodontosaurus
Nama: Temnodontosaurus
Panjang: 9 m
Massa: 15 ton
Zaman: Awal Jura (196 juta tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan ikan-ikan kecil Temnodontosaurus merupakan pemangsa bawah laut yang memiliki stamina berenang yang menakjubkan, yang membuatnya mampu berenang hingga ke dasar laut untuk mencari mangsa. Fosilnya ditemukan di Perairan Inggris dan Jerman. Ciri khas dari hewan ini adalah matanya yang besar, 20 cm. Hewan ini mirip dengan lumba-lumba saat ini, karena paruhnya yang panjang dan sirip yang datar.
7. Tyrannosaurus
Nama: Tyrannosaurus rex
Panjang: 12 m, tinggi 6 m
Massa: 7,5 ton
Zaman: Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan Tyrannosaurus rex dalam bahsa yunani berarti raja kadal yang kejam. Sama seperti raptor, T-rex bertungkai dua, leher menyerupai huruf “s”, dan memiliki ekor sebagai penyeimbang gerakannya. T-rex memiliki tulang tengkorak yang besar (1,5 m) yang dikelilingi jaringan-jaringan otot yang kuat sehingga membuatnya mampu dengan mudah mengunyah mangsanya. Hewan ini ditemukan di Benua Amerika dan Benua Asia (Tarbosaurus). Lengan hewan ini terbilang cukup kecil, hanya sepanjang 1 m dan belum ditemukan fungsi sebenarnya dari lengan ini. Penelitian terbaru (April 2008) mengatakan bahwa T-rex memiliki kekerabatan dengan bangsa unggas, aligator, dan burung unta. Walaupun tubuhnya cukup besar, T-rex memiliki otot-otot yang banyak yang memungkinkannya berlari dengan kecepatan 40-70 km/h. Kemampuan lain dari hewan ini adalah mampu mencium bebauan dari jarak yang jauh yang mampu dibandingkan dengan burung pemakan bangkai saat ini. Hingga saat ini masih menjadi perdebatan apakah T-rex sebenarnya pemakan bangkai atau hewan yang berburu.
 
8. Coelacanth
Nama: Coelacanth (Latimeria chalumnae)
Panjang: 2 m
Massa: 80 kg
Zaman: Devonian pertengahan (410 jt tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan Ikan-ikan kecil
Coelacanth yg berasal dari bahasa Yunani yg berarti hollow spine (duri/tulang punggung yang berlekuk) diperkirakan sudah punah semenjak zaman cretaceous. Namun penemuan mengejutkan terus berdatangan seiring ditemukannya hewan ini di perairan Tanzania, Madagascar, Kenya, dan Indonesia, tepatnya Taman Laut Nasional Bunaken . Walaupun hewan ini mati setelah ditangkap nelayan, diyakini hewan ini masih ada dan hidup di perairan dalam (>700 m). Coelacanth termasuk salah satu fosil hidup karena nyaris tidak mengalami perubahan secara signifikan pada fisik hewan ini dari masa ke masa.
Dinosaurus
http://static.inilah.com/data/berita/foto/905182.jpg
Pterosaurus raksasa yang memiliki lebar sayap lebih dari sembilan meter tidak hanya menakutkan. Ia mampu terbang sejauh 10 ribu mil tanpa henti.
Hewan tersebut mendominasi langit pada Periode Jurassic dan Cretaceous, lebih dari 65 juta tahun lalu.
Pterosaurus memiliki empat kaki dengan sayap membran yang membentang di antara kaki depan dan belakang.
Jenis pterosaurus terbesar memiliki berat 400 pon (181 kilogram). Ini merupakan hewat terbesar yang pernah terbang. Pterosaurus hidup di Bumi selama 150 juta tahun.
Kehebatan hewan ini untuk dapat terbang ke berbagai benua dinilai para peneliti berdasarkan studi tubuh, sayap dan lemak pterosaurus.
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/02/05/0912355p.JPG
Sejumlah jejak kaki kecil dari Polandia memperlihatkan bahwa dinosaurus pertama merupakan binatang kecil dengan empat kaki dan diduga lahir di dunia setelah kepunahan massal dari sekian banyak reptil raksasa.
“Fosil jejak kaki yang berusia 250 juta tahun itu merupakan bukti tertua,” kata Stephen Brusatte dan rekannya, ilmuwan dari Museum Sejarah Alam Amerika di New York.
Menurutnya, hewan ini diduga berukuran sekecil kucing lokal saat ini dan hidup di tepian sungai, tempat buaya, yang lebih besar, berkembang biak.
fosil tertua dari garis keturunan dinosaurus: jejak kaki dari awal zaman Triassic (berumur sekitar 250 juta tahun lalu)
http://www.oknation.net/blog/home/blog_data/566/21566/images/dinosaur1/Compsognathus1.jpg 
“Jejak ini dan beberapa jejak lainnya di tempat penggalian yang lebih muda memberikan pengetahuan penting mengenai asal dan awal sejarah evolusi dinosaurus. Hal tersebut mengindikasikan bahwa keluarga awal dinosaurus merupakan hewan yang amat kecil dan memiliki empat kaki yang hanya sepanjang beberapa sentimeter dan sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan reptil saat ini
Ironisnya, fosil tersebut memperlihatkan bahwa kepunahan massal dapat membuat dinosaurus yang kecil dan langka untuk berkembang biak. Ini jika kita merunut pada kejadian 65 juta tahun lalu ketika sebuah meteor dan ledakan gunung berapi membuat dinosaurus punah dan menghadirkan mamalia untuk berkembang biak.
“Yang paling mencengangkan, fosil jejak kaki baru hanya mundur beberapa waktu dari kepunahan massal terbesar yang pernah tercatat (zaman Permo-Triassic). Hal tersebut membuktikan bahwa nenek moyang dinosaurus terbentuk segera setelah bencana itu
fosil jejak kaki dinosaurus berjuluk sphingopus yang berumur 246 juta tahun sebagai bukti tertua dari dinosaurus berkaki dua.
http://dzulfikar.files.wordpress.com/2009/10/fruitadens-haagarorum-is-70-centimeter-long-and-less-than-one-kilogram-in-weight.jpg?w=497
“Untuk kali pertama dalam 20-50 juta tahun sejarah dinosaurus, mereka dan kerabat dekatnya ada di antara dugaan yang beragam, berhasil, dan banyak yang seperti kerabat jauh buaya

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/12/11/article-1234970-078DDC54000005DC-679_468x297.jpg Dinosaurus tergesit ditemukan dan digali di China. Dinosaurus mini disebut sebagai ‘pelari cepat’ oleh ilmuwan yang menemukannya itu, merupakan salah satu yang terkecil. Theropod berkaki datar sepanjang setengah meter tersebut dinamakan Xixianykus zhangi terlihat seringkali menggunakan cakar besar untuk menggali rayap dan semut.
Hewan tersebut menggunakan kecepatannya untuk secara efisien berpindah dari satu gundukan semut ke lainnya dan menghindari perhatian predator yang lebih besar. Detil penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal Zootaxa.
“Proporsi anggota tubuh Xixianykus berada di antara yang paling ekstrim dan tercatat dalam keluarga dinosaurus theropod
Sebagai contoh, theropod kecil itu memiliki kaki bagian atas atau femur lebih pendek jika dibandingkan dengan kaki dan paha yang ukurannya lebih panjang. Pola yang sama terlihat pada hewan yang berlari di masa kini.
“Hal tersebut tidak menyediakan basis untuk menghitung kecepatan maksimalnya, tetapi lebih menunjukkan bahwa Xixianykus merupakan pelari yang sangat efisien,” ujar Dr Sullivan.
 fosil dinosaurus tersebut di formasi Majiacun Cretaceous atas di wilayah Xixia provinsi Henan China.
Hewan tersebut merupakan dinosaurus pertama dalam tipenya, dikenal sebagai alvarezsaurid theropod, ditemukan di China dengan hanya fragmen kecil keluarganya sebelumnya ditemukan di pedalaman Mongolia Asia.
Beberapa adaptasi membantu untuk menstabilkan seluruh tubuh ketika berlari, juga mampu mempercepat ketika melakukan aktivitas menggali.
“Mungkin terdengar aneh, tetapi menggali dan berlari sebenarnya bekerja dengan baik secara bersamaan,” ujar peneliti pendamping Dr David Hone dari Akademi Sains China.
“Beberapa hewan pemakan rayap berjalan jauh dengan jarak antar koloni untuk makanan mereka, jadi pelari yang efisien layaknya Xixianykus akan bisa mengikuti pola tersebut”.
Sementara dinosaurus kecil lainnya lebih mudah diserang predator dan kemampuan untuk membuat kecepatan melarikan diri jika bahaya mengancam akan sangat berharga bagi hewan semacam itu,” tambahnya.
Posted in Dinosaurus | Tagged , | Leave a comment

Jika Dinosaurus Masih Ada

Jika Dinosaurus Masih Ada (PICTURE)

 Tanapa banyak bacot, tanpa banyak omong, tanpa banyak cing-cong. Silahkan dinikmati karya seni dari mas James Gurney berikut ini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar